Hidayatullah.com– Polisi Turki dikabarkan menangkap lebih dari 500 dan menembakkan gas air mata kepada para demonstran yang berunjuk rasa pada peringatan Hari Buruh 1 Mei alias May Day di Istanbul.
Kebanyakan mereka yang ditangkap berusaha menuju Taksim Square, alun-alun kota Istanbul yang dulu menjadi pusat demonstrasi anti-pemerintah. Lapangan tersebut, di mana demonstrasi dinyatakan terlarang sejak 2013, ditutup oleh aparat kepolisian.
Setiap tanggal 1 Mei Turki mengerahkan lebih banyak personel kepolisian, karena pada hari itu para pekerja dan serikat buruh selalu menggelar aksi besar sebagai peringatan Hari Buruh Internasional yang juga dirayakan di banyak negara lain.
Organisasi persatuan para advokat CHD, yang juga melakukan aksi pada hari itu, mengatakan lebih dari 500 orang ditangkap oleh aparat.
Presiden Partai Pekerja Turki Erkan Bas termasuk di dalam kelompok pengunjuk rasa di Mecidiyekoy yang menerobos barikade polisi. Para pengunjuk rasa dibalas dengan kepungan oleh petugas dan tembakan air dari water cannon serta gas air mata, lansir BBC Jumat (1/5/2026).
Dalam sebuah pernyataan Bas mengatakan bahwa pemblokiran Lapangan Taksim merupakan tindakan “ilegal” dan karenanya mendesak supaya tempat ittu kembali terbuka untuk seluruh masyarakat.Sementara itu di Ankara, massa May Day menyemut di Lapangan TandoganMay Day dirayakan di Kadikoy and Kartal, setelah panitia mendapatkan izin berkerumun dari pemerintah.
Di Izmir perayaan May Day dipusatkan di Lapangan Gundogdu, sementara di Diyarbakır massa menyemut di Istasyon Square.Serikat-serikat pekerja menggelar aksi di banyak kota, mulai dari Bursa sampai Corum.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan lewat paltform X mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional.*




