Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Serangan Israel Bebaskan Ahmadinejad, yang Diharapkan Trump Bantu Tumbangkan Rezim Iran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Mei 2026 23:37 11:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Mei 2026 20:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Serangan Israel yang luput membidik target rumah mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad di awal perang Iran dimaksudkan untuk membebaskannya dari tahanan rumah, lapor The New York Times, mengutip para pejabat Amerika Serikat yang mendapatkan pengarahan tentang operasi tersebut.

Menurut laporan itu, serangan “luput” itu merupakan bagian dari rencana besar Israel, yang diketahui oleh Amerika Serikat, yang ditujukan untuk melemahkan kepemimpinan Iran dan menciptakan kondisi pergantian rezim. Para pejabat AS itu mengatakan Israel dan Amerika Serikat menganggap Ahmadinejad, meskipun dikenal dengan sikap kerasnya yang anti-Israel dan anti-Amerika, sebagai tokoh potensial yang dapat membantu menjatuhkan rezim dan menjadi pemimpin selanjutnya usai penguasa saat ini tumbang.

Akan tetapi tencana itu dengan cepat berantakan. Ahmadinejad terluka pada hari pertama serangan Israel, menurut laporan itu, dan kemudian kecewa dengan upaya perubahan rezim tersebut. Dia tidak terlihat di muka publik sejak saat itu, dan keberadaan serta kondisinya saat ini masih belum diketahui.

Pejabat-pejabat AS mengatakan kepada The NY Times bahwa serangan itu, yang dilakukan oleh Angkatan Udara Israel, dirancang untuk membunuh para penjaga yang ditempatkan di sekitar rumah Ahmadinejad dan membebaskannya dari tahanan rumah. Laporan itu menyebutkan bahwa rumahnya sendiri tidak mengalami kerusakan signifikan, tetapi pos keamanan di dekat pintu masuk hancur.

Mantan presiden Iran itu, yang menjabat dari tahun 2005 sampai 2013, beberapa tahun terakhir diketahui berseteru dengan kepemimpinan Iran, menuduh para pejabat seniornya korupsi, dan beberapa kali dijegal dari pencalonan presiden.

Baca Juga

Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim
RUU LGBT Berpeluang Dibahas DPR, Marwan: Mereka Harus Disembuhkan
Bakomubin Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBT di Indonesia
PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional
Ratusan Ribu Orang Padati Teheran, Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Rezim Teheran semakin membatasi pergerakannya di rumahnya yang terletak fi distrik Narmak di bagian timur ibu kota, menurut laporan NY Times seperti dilansir Reuters.

Menyusul serangan Israel atas rumahnya, berbagai media Iran awalnya melaporkan bahwa Ahmadinejad telah tewas. Namun, partai politiknya kemudian membantah laporan tersebut, sementara media resmi Iran mengatakan bahwa ia selamat dari serangan tersebut tetapi para pengawalnya tewas.

Laporan NY Times mengatakan masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab, antara lain bagaimana Ahmadinejad direkrut untuk menyetujui rencana AS dan Israel itu.

Sebelum ini, orang-orang terdekat Ahmadinejad pernah menghadapi tuduhan di Iran karena memiliki hubungan yang terlalu dekat dengan Barat atau bahkan dituduh menjadi mata-mata untuk kepentingan Israel. Dengan adanya laporan NY Times tersebut, kemungkinan kecurigaan rezim Teheran terhadap Ahmadinejad dan orang-orangnya benar.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AhmadinejadHeadline
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jerman akan Tempatkan Rudal Patriot di Tenggara Turki
Tulisan selanjutnya AS akan Kurangi Pasukan di Eropa ke Tingkat 2021

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman

Artikel
6 Juli 2026 14:52
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Bakomubin Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBT di Indonesia

Terbaru

  • Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim
  • RUU LGBT Berpeluang Dibahas DPR, Marwan: Mereka Harus Disembuhkan
  • Bakomubin Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBT di Indonesia
  • Hubungan Agama dan Sains
  • PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional
  • Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
  • Ratusan Ribu Orang Padati Teheran, Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
  • Laporan: Israel Akan Bebastugaskan 10.000 Tentara Cadangan karena Krisis Anggaran
  • Amerika dan Perang Salib Baru?
  • Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Laporan: Israel Akan Bebastugaskan 10.000 Tentara Cadangan karena Krisis Anggaran

6 Juli 2026 10:44
Berita

Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei

5 Juli 2026 14:58
Berita

Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda

5 Juli 2026 14:14
Berita

UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia

5 Juli 2026 13:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?