Hidayatullah.com– Pentagon, hari Selasa (19/5/2026), mengatakan akan mengurangi jumlah US Army Brigade Combat Teams (BCTs) di Eropa menjadi sebanyak seperti tahun 2021.
Kepala juru bicara Pentagon, Sean Parnell, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa AS mengurangi pasukannya di benua itu sebagai hasil dari “proses komprehensif dan berlapis-lapis” terhadap perawakan AS di Eropa.
Satu BCT terdiri dari 4.000 sampai 4.700 personel, menurut sebuah laporan Kongres AS, lansir DW.
Pemangkasan itu akan menjadikan jumlah tentara AS yang ditempatkan di benua itu menjadi seperti pada tahun 2021, kata Parnell. AS mengirimkan pasukan tambahan ke Eropa setelah Rusia melancarkan invasi berskala penuh ke Ukraina pada 2022.
Pengumuman tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Donald Trump yang lebih luas terhadap Eropa.
Sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu, Trump menyatakan bahwa dia berharap negara-negara Eropa akan mengambil tanggung jawab lebih atas keamanan benua itu dari AS.
Urgensi masalah itu diperparah oleh sejumlah pukulan terhadap hubungan transatlantik, terutama upaya Trump untuk mengambil alih kendali Greenland, sebuah pulau di kawasan Arktik yang merupakan wilayah otonom bagian dari teritori Kerajaan Denmark.
Dalam pernyataannya, Parnell juga mengkonfirmasi keterangan Wakil Presiden JD Vance yang disampaikan kepada awak media sebelumnya pada hari Selasa bahwa pengerahan pasukan AS ke Polandia ditunda. Parnell mengatakan bahwa penundaan sementara itu diakibatkan adanya pengurangan tim brigade tempur ke Eropa.
Awal bulan ini, Pentagon mengumumkan akan menarik 5.000 personel dari Jerman. Langkah itu disampaikan menyusul pertikaian antara Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang mengkritik perang AS atas Iran dan mengatakan bahwa Washington “dipermalukan” dalam perundingan-perundingan dengan Iran.*




