Hidayatullah.com– Ankara hari Rabu (20/5/2026) mengatakan bahwa Jerman akan menempatkan sistem pertahanan rudal Patriot selama enam bulan mulai Juni di bagian tenggara Turki guna memperkuat pertahanan NATO di tengah perang Iran.
Pada bulan Maret, Ankara mengatakan rudal Patriot Amerika Serikat dikerahkan di tenggara Turki, karena ada ancaman misil dari Iran. Pertahanan NATO sudah menembak jatuh empat rudal balistik yang diluncurkan dari Iran selama perang kali ini.
“Sebagai tambahan sistem pertahanan udara Patriot Spanyol yang saat ini dikerahkan di negara kami -satu dari dua sistem Patriot tambahan yang dikerahkan oleh NATO karena adanya konflik AS, Israel dan Iran – akan digantikan oleh sistem pertahanan udara Patriot Jerman,” kata Kementerian Pertahanan Turki dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters.
“Pergantian ini direncanakan akan rampung pada bulan Juni, dan sistem itu direncanakan akan beroperasi selama sekitar enam bulan,” imbuhnya, seraya mengatakan bahwa evaluasi keamanan akan dilanjutkan dalam koordinasi dengan negara-negara sekutu.
Turki merupakan negara anggota paling banyak kedua yang ketempatan persenjataan NATO. Kabarnya, 20 sampai 50 bom nuklir milik militer Amerika Serikat ditempatkan di pangkalan udara Incirlik di bagian selatan Turki berdasarkan kesepakatan NATO.*




