Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Mei 2026 08:52 8:52 am
Ahmad
Dipublikasikan 25 Mei 2026 08:50
Bagikan
Bagikan

Bagi Gen Z, nilai kuliah kini tidak lagi diukur dari gelarnya, melainkan dari seberapa besar pendidikan tersebut mampu membuka peluang karier yang nyata

Hidayatullah.com—Pandangan generasi muda terhadap pendidikan tinggi tengah mengalami perubahan besar. Jika pada masa lalu gelar sarjana dianggap sebagai jalan utama menuju pekerjaan mapan dan kehidupan yang lebih baik, kini banyak anggota Generasi Z mulai mempertanyakan apakah investasi besar untuk kuliah masih sepadan dengan manfaat yang diperoleh setelah lulus.

Keraguan tersebut tercermin dalam riset terbaru yang dirilis Indeed Hiring Lab. Sebanyak 51 persen responden Gen Z mengaku merasa gelar sarjana yang mereka miliki tidak sebanding dengan biaya pendidikan yang telah dikeluarkan. Angka ini menjadi yang tertinggi dibanding kelompok generasi lainnya.

Meningkatnya biaya kuliah menjadi faktor utama di balik perubahan pandangan tersebut. Banyak mahasiswa harus menanggung utang pendidikan dalam jumlah besar, namun setelah memasuki dunia kerja mereka tidak selalu memperoleh penghasilan atau jenjang karier yang dianggap sepadan dengan pengorbanan tersebut.

Bahkan, hasil survei menunjukkan sebagian besar responden muda tidak lagi memandang gelar sarjana sebagai syarat mutlak untuk bekerja.

Baca Juga

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

“Sebanyak 68 persen responden Gen Z merasa tetap bisa menjalankan pekerjaan mereka tanpa gelar sarjana,”* demikian temuan survei Indeed Hiring Lab baru baru ini.

Temuan itu muncul seiring perubahan pola rekrutmen di berbagai sektor industri. Perusahaan kini semakin menekankan keterampilan praktis, pengalaman kerja, dan kemampuan teknis dibanding latar belakang pendidikan formal semata.

Data Indeed menunjukkan bahwa per Januari 2024, sekitar 52 persen lowongan kerja di platform tersebut tidak lagi mencantumkan persyaratan pendidikan formal. Angka itu meningkat dari 49 persen pada 2019.

Perubahan ini terlihat paling jelas di sektor teknologi, pemasaran digital, desain, dan industri kreatif. Di bidang-bidang tersebut, portofolio, pengalaman proyek, sertifikasi profesional, serta penguasaan perangkat digital sering kali menjadi pertimbangan yang lebih penting dibanding ijazah.

Kemunculan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) turut memperkuat persepsi tersebut. Dalam survei yang sama, sekitar 45 persen responden Gen Z menilai perkembangan AI telah membuat pendidikan tinggi menjadi kurang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern.

Banyak pekerjaan kini dapat dipelajari melalui kursus singkat, pelatihan industri, atau pembelajaran mandiri berbasis internet.

Di sisi lain, banyak lulusan muda mengaku tetap kesulitan memperoleh pekerjaan yang sesuai harapan meskipun telah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Kondisi ini memperkuat anggapan bahwa gelar sarjana tidak lagi menjadi jaminan memperoleh pekerjaan bergaji tinggi sebagaimana yang dialami generasi sebelumnya.

Meski demikian, para pakar pendidikan mengingatkan bahwa kesimpulan tersebut tidak berlaku untuk semua bidang. Profesi seperti kesehatan, hukum, teknik, dan pendidikan formal tetap mensyaratkan pendidikan tinggi sebagai jalur utama untuk memperoleh kompetensi dan legalitas profesi.

Sejumlah pengamat menilai persoalan utamanya bukan terletak pada hilangnya nilai pendidikan tinggi, melainkan pada kebutuhan kampus untuk beradaptasi dengan perubahan industri.

Perguruan tinggi didorong memperkuat program magang, pelatihan berbasis proyek, penguasaan teknologi digital, serta keterampilan AI agar lulusan lebih siap menghadapi kebutuhan pasar kerja.

Laporan The Washington Post juga menunjukkan bahwa manfaat ekonomi pendidikan tinggi sangat bergantung pada jurusan yang dipilih. Bidang teknik, bisnis, dan teknologi masih menawarkan tingkat pengembalian investasi pendidikan yang relatif tinggi dibanding sejumlah disiplin ilmu lainnya.

Di tengah perubahan tersebut, semakin banyak anak muda memilih jalur alternatif untuk membangun karier. Kursus daring, bootcamp teknologi, sertifikasi profesional, hingga program pelatihan industri kini menjadi pilihan yang semakin populer karena dianggap lebih cepat, fleksibel, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Fenomena ini menandai pergeseran penting dalam cara generasi muda memandang pendidikan.

Bagi banyak anggota Gen Z, pertanyaannya bukan lagi apakah kuliah penting atau tidak, melainkan apakah biaya, waktu, dan tenaga yang dikeluarkan masih mampu memberikan keuntungan yang nyata di tengah dunia kerja yang semakin mengutamakan keterampilan daripada gelar.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bagi Gen ZGelarHeadline.karierkuliahpekerjaanPendidikansarjana
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Vonis Pesta LGBT Lebih Ringan dari Tuntutan, Peserta Dihukum 8 Bulan hingga 1 Tahun
Tulisan selanjutnya Iran Tembak Jatuh Drone Pengintai Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan

Berita
11 Juli 2026 16:21
Amerika dan Perang Salib Baru?
Laporan: Israel Akan Bebastugaskan 10.000 Tentara Cadangan karena Krisis Anggaran
Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

Terbaru

  • Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
  • Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump
  • Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan
  • Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran
  • Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel
  • Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?