Hidayatullah.com– Iran hari Ahad (24/5/2026) melaksanakan hukuman gantung atas terpidana mati kasus spionase yang membocorkan informasi tentang industri pertahanan Iran ke Israel, kata pihak kehakiman.
“Mojtaba Kian… yang mengirimkan informasi terkait unit industri pertahanan negara kepada musuh, digantung pagi ini,” lapor situs berita milik lembaga kehakiman Iran Mizan Online, seperti dilansir AFP.
Dikatakan bahwa dia membagikan informasi ke Israel terkait kemampuan pertahanan Iran selama perang yang berlangsung hampir 40 hari, yang pecah sejak serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Ini merupakan eksekusi pertama untuk kasus spionase semasa perang Iran versus Israel dan AS tersebut, yang menewaskan banyak pemimpin senior Iran termasuk Ayatollah Ali Khamenei.
Menurut Mizan, Kian mengirimkan serangkaian pesan ke jaringan musuh yang terafiliasi dengan Zionis-Amerika, termasuk informasi mengenai fasilitas yang memproduksi suku cadang industri pertahanan Iran dan titik koordinat lokasinya.
Mizan mengatakan Kian mengirimkan informasi itu ke sebuah jaringan televisi satelit. Tidak disebutkan nama kanal televisinya, tetapi otoritas Iran kerap menuding media berbahasa Persia yang berbasis di luar negeri sebagai kolaborator Zionis Israel.
Lokasi yang menjadi target diserang semasa perang setelah Kian mengirimkan informasi tentang lokasinya, lapor Mizan.
“Hukuman dilaksanakan pada pagi dini hari ini setelah formalitas hukumnya dilengkapi,” imbuhnya.
Eksekusi dilakukan kurang dari 50 hari setelah Kia ditangkap, sementara aset-asetnya juga disita oleh pihak berwenang, lapor Mizan.
Pekan lalu pada hari Kamis (21/5/2026), Iran melaksanakan eksekusi mati terhadap dua orang pria yang dinyatakan bersalah melakukan pemberontakan bersenjata dan menjadi anggota sebuah organisasi teroris separatis, kata-kata yang biasa dipergunakan untuk merujuk pada kelompok-kelompok etnis Kurdi Iran yang berbasis di daerah Kurdistan di negara tetangga Iraq.*




