Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Juli 2026 00:01 12:01 am
Ahmad
Dipublikasikan 3 Juli 2026 23:58
Bagikan
Dr Bagus Riyono
Bagikan

Hidayatullah.com— Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Bagus Riyono, MA menjelaskan sejarah mengapa American Psychological Association (APA) menghapus homoseksualitas dari daftar gangguan jiwa dan dianggap sebagai bentuk ‘normalisasi homoseksual’.

Bagus mengutip testimoni dari Dr. Nicolas Cumming –mantan presiden APA– bahwa gerakan feminisme memiliki pengaruh terhadap perubahan pandangan mengenai homoseksualitas di Amerika Serikat.

Ia menjelaskan bahwa gerakan feminisme berkembang ke berbagai aliran, salah satunya feminisme radikal yang tidak lagi sekadar memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga mengkritik sistem keluarga yang dianggap sebagai akar dari patriarki.

“Gerakan feminisme ini kemudian menjelma menjadi gay rights movement yang memperjuangkan perilaku homoseksual,” ujarnya kepada Hidayatullah.com, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Bagus, perkembangan tersebut berlanjut pada dekade 1970-an ketika kelompok homoseksual mulai memiliki pengaruh di lingkungan American Psychological Association (APA).

Baca Juga

BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji
Pemkot Bukittinggi Gandeng HDM Persempit Ruang Gerak LGBT dan Berantas Narkoba
MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah

“Pada tahun 1970-an, kelompok homoseksual ini bertambah banyak dan sebagian masuk ke dalam Asosiasi Psikologi Amerika/American Psychological Association (APA) dan berjuang untuk mengubah status homoseksual dari kondisi yang dianggap menyimpang menjadi sesuatu yang dianggap normal,” ujarnya.

Ia menyebut, gerakan homoseksual kemudian berpadu dengan ideologi gender hingga membentuk gerakan LGBT.

“Perpaduan antara gerakan feminisme, homoseksual, dan gender ini kemudian melebur menjadi gerakan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexsual, and Transgender),” ujarnya.

Presiden International Association of Muslim Psychologists ini juga menyoroti perkembangan gerakan tersebut di Amerika Serikat yang menurutnya berhasil memengaruhi kebijakan hukum mengenai perkawinan sesama jenis.

“Perjuangan dari gerakan LGBT ini semakin menguat dan pada tahun 2015, mereka berhasil memengaruhi Mahkamah Agung Amerika untuk melegalkan perkawinan sejenis,” ujar Kepala Islamic Psychology Research Group UGM ini.

Sebelumnya, BEM Fakultas Psikologi UI menjadi sorotan setelah mengunggah konten edukasi dalam segmen “Kastratalk” bertajuk “Eskalasi Kebermanfaatan” yang menyatakan homoseksualitas merupakan bagian normal dari keberagaman seksualitas manusia, bukan bentuk penyimpangan.

Dalam unggahan tersebut, BEM Psikologi UI menyebut anggapan homoseksualitas sebagai penyimpangan tidak tepat jika dilihat dari perspektif psikologi.

Mereka mengutip pernyataan American Psychological Association (APA) tahun 2008 yang menyebut tidak ada riset ilmiah yang mendukung anggapan bahwa homoseksualitas merupakan gangguan mental ataupun bentuk penyimpangan.

BEM Psikologi UI juga menyatakan bahwa orientasi homoseksual maupun heteroseksual merupakan bagian yang normal dan alami dari keberagaman seksualitas manusia.

Selain itu, BEM Psikologi UI menyampaikan bahwa sebagian besar individu tidak merasa dapat memilih orientasi seksualnya. Mereka mengajak masyarakat untuk tetap menghormati setiap individu meskipun memiliki pandangan berbeda terhadap isu tersebut.

Pada bagian akhir unggahan, BEM Psikologi UI menyampaikan pesan kepada kelompok queer bahwa setiap orang berhak hidup dengan aman, dihormati, dan menjadi dirinya sendiri tanpa rasa takut. Unggahan tersebut ditutup dengan kalimat, “You deserve to have a place here.”

Tak lama setelah menuai perdebatan di media sosial, unggahan tersebut diketahui telah dihapus dari akun resmi BEM Fakultas Psikologi UI. Meski dihapus, unggahan itu terus menuai tanggapan dan kritik.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:American Psychological AssociationAPADr. Bagus Riyonogangguan jiwaHeadlinehomoseksuallgbtPilihan RedaksipsikologUGMUniversitas Gadjah Mada
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit

Berita
30 Juni 2026 18:00
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Terbaru

  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji
  • Pemkot Bukittinggi Gandeng HDM Persempit Ruang Gerak LGBT dan Berantas Narkoba
  • UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
  • MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah
  • Pemerintah, DPR, dan MUI Sambut Positif Wacana RUU Pidana LGBT
  • Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pemerintah, DPR, dan MUI Sambut Positif Wacana RUU Pidana LGBT

3 Juli 2026 20:45
Berita

Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir

2 Juli 2026 21:51
Berita

Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza

2 Juli 2026 21:00
Berita

Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026

2 Juli 2026 20:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?