Hidayatullah.com– China hari Jumat (17/7/2026) menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengusik proses pemilihan umum di Amerika Serkat dan tidak berkepentingan untuk melakukan tindakan demikian, mendesak Washington berhenti membuat apa yang disebutnya sebagai “tuduhan tidak berdasar” setelah Presiden Donald Trump menuduh Beijing ikut campur dalam pemilihan umum tahun 2020.
Dalam pidato yang ditujukan kepada rakyat Amerika Serikat hari Kamis, Trump sekali lagi mengutarakan keraguaannya atas hasil-hasil pemilihan umum yang diselenggarakan tahun 2020 dan menuding China mengusik proses demokrasi itu.
“Tuduhan AS tersebut sama sekali mengada-ada dan bertujuan untuk menjelek-jelekkan China” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. “Kami tidak memiliki kepentingan untuk mengusik pemilihan-pemilihan di AS dan tidak pernah melakukan hal itu.”
Dalam keterangan pers rutin harian di Beijing, Lin menyeru Amerika Serikat supaya berhenti membuat tuduhan-tuduhan tidak berdasar terhadap China, lansir Associated Press.
Saat ditanya apakah hal tersebut mempengaruhi rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS pada bulan September, jubir itu menjawab, “Seperti yang saya sudah katakan, kami mendesak AS untuk berhenti mengkaitkan China dengan pemilu-pemilunya dan melakukan sesuatu yang kondusif bagi hubungan China-AS.”
Trump mengunjungi Beijing pada pertengahan bulan Mei dan bertemu dengan Xi, dan kedua pemerintahan mengatakan mereka akan membuat sebuah kerangka baru untuk mengatur hubungan bilateral. Trump kala itu mengundang Xi untuk berkunjung ke Amerika Serikat pada bulan September dan Beijing mengkonfirmasi bahwa Xi sudah menerima undangan tersebut.*




