Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Juli 2026 10:48 10:48 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juli 2026 10:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kementerian Infrastruktur Belanda menaikkan status penilaiannya terhadap pasokan air negeri kincir angin itu menjadi “kekurangan air aktual” disebabkan temperatur udara tinggi dan kurangnya curah hujan.

“Akibat kekeringan yang berkepanjangan, air yang masuk ke negeri kita melalui hujan dan sungai-sungai semakin berkurang, sementara permintaan terhadap air terus meningkat,” kata Kementerian Infrastruktur dan Pengelolaan Air dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Kamis (17/7/2026) seperti dilansir Dutch News.

Sejak awal Juli, Belanda menetapkan status Level 1 atau “kekurangan air yang akan segera terjadi”, tetapi sekarang statusnya ditingkatkan menjadi Level 2 atau “kekurangan air yang sebenarnya”.

Otoritas air Belanda mengatakan bahwa pasokan air minum tidak terdampak dan badan-badan penanganan urusan air sedang bekerja sama untuk mendistribusikan air bersih ke seluruh pelosok negeri.

Bidang pelayaran ikut terdampak dengan masa tunggu kapal dan perahu yang akan melintasi di pintu-pintu air menjadi lebih lama. Tidak hanya itu, pihak kementerian juga melihat adanya peningkatan kehadiran algae biru-kehijauan dan tingkat kematian ikan.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Pihak-pihak berwenang sudah memberlakukan pembatasan pemakaian air tanah dan penyedotan air dari kanal-kanal dan anak sungai. Beberapa pintu air sudah ditutup guna mencegah masuknya air asin.

Limburg, daerah yang paling parah terdampak kekeringan, akan mulai hari Jumat memperketat aturan penggunaan air. Lapangan-lapangan sepakbola tidak lagi boleh disirami air dan sebagian petani juga wajib mematuhi peraturan pembatasan penggunaan air.

Terakhir kali Belanda memberlakukan status Level 2 adalah saat terjadi penyusutan pasokan air tahun 2022. Apabila kekeringan kali ini berkepanjangan, pihak berwenang kemungkinan akan menaikkan status menjadi Level 3, yang berarti terjadi krisis air nasional, seperti yang pernah terjadi pada tahun 2003.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Tulisan selanjutnya Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Berita
27 Agustus 2026 12:13
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?