Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

AS dan Arab Saudi Sepakati Kerja Sama Nuklir, Apa Isinya?

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 23 Juli 2026 16:08 4:08 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 23 Juli 2026 16:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Amerika Serikat mengumumkan telah menjalin kerjasama nuklir sipil dan pengamanannya dengan Arab Saudi. Dua kesepakatan terpisah itu, lansir TRT World, ditandatangani oleh Sekretaris Departemen Energi AS Chris Wight dan Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman.

“Bersama-sama, kedua perjanjian ini menjadi dasar hukum untuk kemitraan bernilai miliaran dolar selama beberapa dekade yang mendorong sejumlah tujuan ekonomi dan strategis prioritas, termasuk non-proliferasi nuklir,” kata Departemen Energi AS dalam sebuah pernyataan pada Rabu (22/07/2026).

Selama bertahun-tahun, AS dan Arab Saudi telah membahas kesepakatan kerja sama nuklir ini. Di mana Saudi akan mendapatkan akses ke teknologi AS dan perusahaan AS berpeluang untuk mendapatkan kontrak untuk fasilitas energi atom Saudi.

Kabar ini memunculkan kembali kekhawatiran tentang keamanan, profilerasi senjata dan dampaknya terhadap politik di kawasan yang rawan konflik.

Seperti semua penandatangan Perjanjian Non-Profilerasi Nuklir (NPT), Arab Saudi berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dan menyetujui inspeksi internasional. Namun, AS tidak puas hanya dengan komitmen itu.

Baca Juga

Jadi Kepala Biro Politik, Khalil Al-Hayya Umumkan 6 Prioritas Hamas
MNF 2026: Membela Palestina adalah Hak Kita!
MUI Siapkan RUU Pencegahan dan Penanggulangan LGBTQ, Akan Dibahas di KUII VIII 2026
‘Israel’ Disebut Gali Parit Berisi Buaya di Sekitar Blok Penjara Tahanan Hamas
Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak

Isu utama adalah apakah Washington akan setuju untuk membangun fasilitas pengayaan uranium di wilayah Saudi, kapan hal itu terjadi dan apakah Saudi memiliki akses ke fasilitas tersebut atau fasilitas tersebut hana akan dioperasikan oleh pegawai AS.

Menurut TRT, Arab Saudi memiliki cadangan bijih uranium di wilayahnya. Secara teori, Saudi mampu dapat menggunakan fasilitas pengayaan untuk menghasilkan uranium yang sangat diperkaya, yang jika dimunirkan, dapat menghasilkan bahan fisil untuk bom.

Seorang narasumber yang mengetahui kesepakatan itu, mengatakan bahwa dalam perjanjian nuklir tersebut Washington tidak diwajibkan untuk mentransfer teknologi atau kemampuan apapun ke Arab Saudi.

Meski begitu, sekutu utama AS, yaitu Israel telah berulang kali menyampaikan penolakannya terhadap program nuklir sipil Saudi.

Pemerintahan Trump mengatakan perjanjian tersebut akan menyediakan miliaran dolar untuk industri nuklir AS.

Sebuah ketentuan dalam kesepakatan berdurasi 30 tahun tersebut berpotensi memungkinkan perusahaan AS membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi, seperti yang dilaporkan oleh Wall Street Journal.

Kesepakatan tersebut diperkirakan akan diajukan ke Kongres dalam beberapa hari mendatang, tetapi persetujuannya tidak diperlukan agar kesepakatan tersebut dapat disahkan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiPengayaan UraniumPerjanjian Nuklir AS-Arab Saudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jadi Kepala Biro Politik, Khalil Al-Hayya Umumkan 6 Prioritas Hamas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak

Berita
22 Juli 2026 19:54
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • AS dan Arab Saudi Sepakati Kerja Sama Nuklir, Apa Isinya?
  • Jadi Kepala Biro Politik, Khalil Al-Hayya Umumkan 6 Prioritas Hamas
  • MNF 2026: Membela Palestina adalah Hak Kita!
  • MUI Siapkan RUU Pencegahan dan Penanggulangan LGBTQ, Akan Dibahas di KUII VIII 2026
  • Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi
  • ‘Israel’ Disebut Gali Parit Berisi Buaya di Sekitar Blok Penjara Tahanan Hamas
  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran

22 Juli 2026 17:27
Berita

Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon

22 Juli 2026 16:37
Berita

Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September

22 Juli 2026 14:00
Berita

MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang

22 Juli 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?