Hidayatullah.com – Kepala Biro Politik Hamas yang baru ditunjuk, Khalil Al-Hayya, pada Rabu menegaskan enam prioritas utama kelompok perjuangan Palestina saat ini.
Melansir Anadolu (22/07/2026), Khalil yang sebelumnya diamanahi sebagai wakil kepala biro politik, mengatakan prioritas nomer satu Hamas saat ini adalah mengakhiri serangan militer ‘Israel’ dan mengusir semua pasukan Zionis dari Gaza.
Dalam pidato pertamanya yang disiarkan televisi, Khalil menyeru negara-negara mediator untuk menekan pemerintah ‘Israel’ agar menepati perjanjian.
Prioritas kedua, imbuh Khalil, adalah memulihkan “kondisi Gaza agar warga Palestina dapat hidup layak, menggagalkan rencana pengusiran, mempercepat upaya rekonstruksi, dan membebaskan tahanan.”
Sedangkan prioritas ketiga adalah mempersatukan Palestina dengan menggelar dialog nasional yang bertujuan membangun kembali lembaga-lembaga Palestina, terutama Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), dengan demokratis dan konsensual.
Hayya mengatakan prioritas keempat adalah memperkuat hubungan Hamas dengan negara-negara Arab dan Muslim.
Prioritas kelima, tambahnya, adalah memobilisasi negara-negara Arab dan Muslim untuk bertindak secara efektif dan meningkatkan tekanan demi menghentikan “mesin pembunuh dan genosida” Israel terhadap warga Palestina di Gaza.
Ia mengatakan prioritas keenam adalah mendesak masyarakat internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melindungi warga Palestina dan meminta pertanggungjawaban “penjahat perang” Israel.
Pada Senin pekan ini, Hamas mengumumkan penunjukan Khalil Al-Hayya sebagai kepala biro politiknya. Ia menggantikan Yahya Sinwar, yang syahid dalam pertempuran dengan pasukan penjajah ‘Israel’ di Rafah, Gaza selatan, pada Oktober 2024.
Pasukan Zionis ‘Israel’ melancarkan serangan brutal di Gaza pada Oktober 2023, membunuh lebih dari 73.000 orang, melukai hampir 174.000 orang, dan meninggalkan wilayah tersebut dalam reruntuhan sebelum gencatan senjata tercapai pada Oktober 2025.*




