Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kemendikdasmen Dorong Anak Kembali Aktif Bermain, Kurangi Ketergantungan pada Gawai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Juli 2026 19:09 7:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Juli 2026 19:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya bermain di kalangan anak-anak sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Ajakan tersebut sekaligus menjadi upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai yang semakin meningkat.

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen, Kurniawan, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan terhadap mereka membutuhkan kolaborasi semua pihak. Anak-anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan yang memberikan ruang belajar, bermain, dan berinteraksi secara optimal,” ujar Kurniawan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23 Juli 2026).

Dalam rangkaian HAN 2026, Kemendikdasmen menghadirkan beragam aktivitas edukatif dan rekreatif yang disesuaikan dengan kelompok usia. Untuk peserta didik PAUD hingga siswa sekolah dasar kelas rendah, kegiatan yang disiapkan antara lain eksplorasi alam, bermain peran, menjadi ilmuwan cilik, serta membuat kincir angin dan layang-layang.

Sementara itu, peserta didik tingkat SD kelas tinggi hingga SMA diajak untuk mengenal dan memainkan kembali aneka permainan tradisional Nusantara, seperti congklak, gasing, bakiak, egrang batok, rangku alu, hingga membuat perahu jong.

Baca Juga

Gelombang Serangan ‘Israel’ Paksa Warga Gaza Mengungsi di Tengah Kegelapan Malam
Festival Sahabat Anak Indonesia 2026 Digelar Serentak di Enam Pulau Besar dalam Peringatan Hari Anak Nasional
Menjaga Fitrah Anak Sebagai Investasi Peradaban Masa Depan
Kelompok Militan dan Ekstremis Malaysia Manfaatkan Roblox untuk Rekrutmen
Lindungi Konsumen, Pemerintah Musnahkan Ratusan Ton Bahan Pakan Ternak Terkontaminasi Porcine

Menurut Kurniawan, berbagai aktivitas tersebut dirancang tidak sekadar memberikan hiburan, tetapi juga untuk merangsang perkembangan fisik, emosional, sosial, dan kemampuan berpikir anak melalui pengalaman yang nyata dan interaktif.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Satuan Pendidikan.

“Kebijakan ini bukan dimaksudkan untuk menjauhkan anak dari teknologi, tetapi untuk menghadirkan keseimbangan. Anak tetap perlu mengenal teknologi, namun mereka juga harus memiliki ruang yang cukup untuk belajar, bermain, dan bersosialisasi secara langsung,” jelasnya.

Kurniawan menambahkan, interaksi antarsesama dan permainan langsung merupakan sarana belajar yang penting bagi anak. Oleh karena itu, pembatasan penggunaan gawai di sekolah diharapkan dapat memperkuat kemampuan komunikasi, kesehatan fisik, serta perkembangan kognitif dan emosional peserta didik.

“Anak belajar paling baik ketika mereka berinteraksi dengan lingkungan dan teman-temannya. Karena itu, pembatasan gawai di sekolah adalah upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna,” katanya.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 dipusatkan di Tugu Daun Sirih Emas, Alun-alun Gurindam Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dengan mengangkat tema “Semua Setara, Riang Bersama.”

Dalam kesempatan tersebut, Kemendikdasmen juga menghadirkan program “Main Raya Anak Nusantara” sebuah ruang bermain yang mengintegrasikan permainan tradisional, aktivitas berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), serta eksplorasi alam untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak Indonesia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hari Anak NasionalPermainan tradisional
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Apresiasi Menko Yusril atas Ruang Dialog Strategis antara Pemerintah dan Ormas Islam
Tulisan selanjutnya Din Syamsuddin: Pendidikan Islam Harus Kembali Menjadi Motor Kebangkitan Peradaban

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS dan Arab Saudi Sepakati Kerja Sama Nuklir, Apa Isinya?

Berita
23 Juli 2026 16:20
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Kemendikdasmen Dorong Anak Kembali Aktif Bermain, Kurangi Ketergantungan pada Gawai
Din Syamsuddin: Pendidikan Islam Harus Kembali Menjadi Motor Kebangkitan Peradaban
MUI Apresiasi Menko Yusril atas Ruang Dialog Strategis antara Pemerintah dan Ormas Islam

Terbaru

  • Menjaga Warisan Ulama di Era Disrupsi Informasi
  • Gelombang Serangan ‘Israel’ Paksa Warga Gaza Mengungsi di Tengah Kegelapan Malam
  • Festival Sahabat Anak Indonesia 2026 Digelar Serentak di Enam Pulau Besar dalam Peringatan Hari Anak Nasional
  • Menjaga Fitrah Anak Sebagai Investasi Peradaban Masa Depan
  • Kelompok Militan dan Ekstremis Malaysia Manfaatkan Roblox untuk Rekrutmen
  • Lindungi Konsumen, Pemerintah Musnahkan Ratusan Ton Bahan Pakan Ternak Terkontaminasi Porcine
  • Din Syamsuddin: Pendidikan Islam Harus Kembali Menjadi Motor Kebangkitan Peradaban
  • Kemendikdasmen Dorong Anak Kembali Aktif Bermain, Kurangi Ketergantungan pada Gawai
  • MUI Apresiasi Menko Yusril atas Ruang Dialog Strategis antara Pemerintah dan Ormas Islam
  • Indonesia dan Australia Resmikan Kemitraan KITA SEHAT untuk Perkuat Sistem Kesehatan Nasional

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Indonesia dan Australia Resmikan Kemitraan KITA SEHAT untuk Perkuat Sistem Kesehatan Nasional

23 Juli 2026 18:20
Berita

Jadi Kepala Biro Politik, Khalil Al-Hayya Umumkan 6 Prioritas Hamas

23 Juli 2026 14:30
Berita

MNF 2026: Membela Palestina adalah Hak Kita!

23 Juli 2026 13:00
Berita

MUI Siapkan RUU Pencegahan dan Penanggulangan LGBTQ, Akan Dibahas di KUII VIII 2026

23 Juli 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?