Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

AS dan Arab Saudi Sepakati Kerja Sama Nuklir, Apa Isinya?

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 23 Juli 2026 18:21 6:21 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 23 Juli 2026 16:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Amerika Serikat mengumumkan telah menjalin kerjasama nuklir sipil dan pengamanannya dengan Arab Saudi. Dua kesepakatan terpisah itu, lansir TRT World, ditandatangani oleh Sekretaris Departemen Energi AS Chris Wight dan Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman.

“Bersama-sama, kedua perjanjian ini menjadi dasar hukum untuk kemitraan bernilai miliaran dolar selama beberapa dekade yang mendorong sejumlah tujuan ekonomi dan strategis prioritas, termasuk non-proliferasi nuklir,” kata Departemen Energi AS dalam sebuah pernyataan pada Rabu (22/07/2026).

Selama bertahun-tahun, AS dan Arab Saudi telah membahas kesepakatan kerja sama nuklir ini. Di mana Saudi akan mendapatkan akses ke teknologi AS dan perusahaan AS berpeluang untuk mendapatkan kontrak untuk fasilitas energi atom Saudi.

Kabar ini memunculkan kembali kekhawatiran tentang keamanan, profilerasi senjata dan dampaknya terhadap politik di kawasan yang rawan konflik.

Seperti semua penandatangan Perjanjian Non-Profilerasi Nuklir (NPT), Arab Saudi berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dan menyetujui inspeksi internasional. Namun, AS tidak puas hanya dengan komitmen itu.

Baca Juga

Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Isu utama adalah apakah Washington akan setuju untuk membangun fasilitas pengayaan uranium di wilayah Saudi, kapan hal itu terjadi dan apakah Saudi memiliki akses ke fasilitas tersebut atau fasilitas tersebut hana akan dioperasikan oleh pegawai AS.

Menurut TRT, Arab Saudi memiliki cadangan bijih uranium di wilayahnya. Secara teori, Saudi mampu dapat menggunakan fasilitas pengayaan untuk menghasilkan uranium yang sangat diperkaya, yang jika dimunirkan, dapat menghasilkan bahan fisil untuk bom.

Seorang narasumber yang mengetahui kesepakatan itu, mengatakan bahwa dalam perjanjian nuklir tersebut Washington tidak diwajibkan untuk mentransfer teknologi atau kemampuan apapun ke Arab Saudi.

Meski begitu, sekutu utama AS, yaitu Israel telah berulang kali menyampaikan penolakannya terhadap program nuklir sipil Saudi.

Pemerintahan Trump mengatakan perjanjian tersebut akan menyediakan miliaran dolar untuk industri nuklir AS.

Sebuah ketentuan dalam kesepakatan berdurasi 30 tahun tersebut berpotensi memungkinkan perusahaan AS membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi, seperti yang dilaporkan oleh Wall Street Journal.

Kesepakatan tersebut diperkirakan akan diajukan ke Kongres dalam beberapa hari mendatang, tetapi persetujuannya tidak diperlukan agar kesepakatan tersebut dapat disahkan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiPengayaan UraniumPerjanjian Nuklir AS-Arab Saudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jadi Kepala Biro Politik, Khalil Al-Hayya Umumkan 6 Prioritas Hamas
Tulisan selanjutnya Indonesia dan Australia Resmikan Kemitraan KITA SEHAT untuk Perkuat Sistem Kesehatan Nasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko

Berita
5 September 2026 17:08
Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Uni Eropa Bendera
Berita

Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

5 September 2026 10:14
Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?