Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jimly Asshiddiqie Dorong MUI dan Ormas Islam Jadikan Pembenahan Akhlak Bangsa sebagai Prioritas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Juli 2026 10:50 10:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Juli 2026 11:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Pakar Hukum Tata Negara, Prof. Jimly Asshiddiqie, mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama organisasi kemasyarakatan Islam untuk menjadikan pembenahan akhlak bangsa sebagai agenda utama. Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia, seperti lemahnya penegakan hukum, maraknya korupsi, dan ketidakadilan, berakar pada krisis moral yang belum tertangani secara serius.

Hal tersebut disampaikan Jimly saat menjadi pembicara dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII, Ahad (26/7). Ia menegaskan bahwa akhlak merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kalau akhlaknya tidak bekerja dengan baik, kita tidak bisa berharap hukum tegak dan keadilan terwujud. Akhlak itu samudera, sedangkan hukum dan keadilan adalah kapalnya. Kapal hukum tidak akan sampai ke pulau keadilan jika samudera akhlaknya tidak berfungsi dengan baik,” ujar Jimly.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut menilai, kemerosotan akhlak telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan nasional, mulai dari praktik korupsi hingga menurunnya integritas lembaga-lembaga negara. Karena itu, ia berharap KUII VIII tidak hanya menghasilkan rekomendasi di bidang politik dan kebangsaan, tetapi juga memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan karakter dan moral bangsa.

“Saya berharap hasil kongres ini dapat merekomendasikan pembenahan akhlak bangsa. Ini persoalan yang sangat serius,” katanya.

Baca Juga

Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing

Jimly juga menilai umat Islam memiliki modal besar untuk memimpin gerakan tersebut. Menurutnya, nilai-nilai akhlak merupakan titik temu seluruh agama, berbeda dengan persoalan akidah maupun syariat yang memiliki perbedaan di antara pemeluk agama.

Ia menegaskan bahwa pembinaan akhlak tidak boleh hanya bergantung pada dinamika politik ataupun partai politik. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk memprakarsai gerakan nasional dalam membangun moral bangsa melalui kolaborasi MUI dan berbagai organisasi Islam.

“Kalau bisa umat Islam dan ormas-ormas Islam memprakarsai pentingnya pembenahan akhlak bangsa secara sungguh-sungguh. Jangan serahkan semua persoalan ini kepada politik dan partai politik,” ujarnya.

Meski demikian, Jimly mengingatkan bahwa pembinaan akhlak tidak cukup dilakukan melalui ceramah dan khotbah semata. Menurutnya, diperlukan sistem yang mampu memastikan nilai-nilai etika benar-benar diterapkan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sudah berabad-abad kita menyampaikan khotbah tentang akhlak, tetapi dalam praktiknya belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku sehari-hari. Karena itu, kita perlu membangun infrastruktur akhlak yang sesuai dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah negara telah mengembangkan sistem etika publik melalui penerapan kode etik dan code of conduct sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan. Indonesia, lanjut Jimly, juga perlu memiliki regulasi yang mengatur etika penyelenggara negara secara lebih komprehensif.

Menurutnya, pembentukan undang-undang tentang etika bernegara menjadi langkah penting yang harus didukung oleh partisipasi publik. Ia berharap MUI, organisasi kemasyarakatan Islam, serta tokoh lintas agama dapat menjadi pelopor dalam mengampanyekan penguatan akhlak bangsa secara nyata.

“Ke depan kita harus membangun undang-undang tentang etika bernegara. Ini harus diperkuat oleh suara publik. Karena itu, kami berharap MUI dan pimpinan ormas Islam menjadi pelopor, termasuk melalui dialog lintas agama, untuk bersama-sama mempromosikan akhlak bangsa secara konkret,” tutup Jimly.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kongres Umat Islam Indonesiakrisis moralKUIIMUIormas Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Malaysia Tegas Menolak Mengakui ‘Israel’ Meski Ditekan AS
Tulisan selanjutnya Mendikdasmen: KUII VIII Momentum Perkuat Persatuan Umat dan Dukung Pembangunan Nasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Berita
29 Oktober 2026 13:59
Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
Penjajah ‘Israel’ Bakar Kamp Pengungsian di Gaza, Lebih dari 200 Keluarga Terusir
Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah

Terbaru

  • Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
  • Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
  • Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah
  • Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
  • Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing
  • BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal
  • Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan
  • Sekolah Pemikiran Islam Raih Penghargaan Muslim Youth Forum 2026
  • Patriotik, Gigih, Berempati: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pemuda?
  • Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal

28 Oktober 2026 13:23
Berita

Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan

28 Oktober 2026 13:17
Berita

Sekolah Pemikiran Islam Raih Penghargaan Muslim Youth Forum 2026

28 Oktober 2026 12:41
Berita

Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara

28 Oktober 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?