Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 September 2026 10:33 10:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 September 2026 10:33
Bagikan
Bagikan

oleh: Ita Safitri

Hidayatullah.com – Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta resmi membuka kelas perdana untuk angkatan ke-15 pada Rabu, 9 September 2026, bertempat di aula INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations) di bilangan Jakarta Selatan. Program yang diinisiasi oleh Akmal Sjafril ini diikuti oleh puluhan peserta didik terpilih, para pengurus SPI Jakarta juga turut hadir menyiapkan kelas perdana tersebut.

Pada angkatan ke-15 ini, SPI Jakarta memberikan kebijakan yang sedikit berbeda dengan meluluskan seluruh pendaftar, yakni 63 peserta didik baru. Ade Firdaus, selaku Kepala SPI Jakarta menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran penuh peserta pada kelas perdana malam itu. “Alhamdulillah pada malam hari ini kelas perdana SPI Jakarta angkatan 15 full team, dihadiri semua peserta baru”, ujarnya.

Turut hadir sebagai narasumber pertama, Akmal yang juga merupakan pendiri SPI, memperkenalkan jati diri SPI beserta kurikulum dan peraturan perkuliahan di SPI Jakarta. Doktor di bidang ilmu sejarah itu menegaskan kepada peserta didik agar tidak melebihi batas absen, yakni 3 kali ketidakhadiran, karena akan mendapatkan sanksi tegas yaitu dikeluarkan dari SPI Jakarta.

Berbeda dari program belajar Islam pada umumnya, SPI Jakarta mewajibkan setiap peserta didiknya untuk menulis reportase kegiatan perkuliahan setiap pekan sekaligus menghasilkan karya tulis agar menjadikan menulis sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Tidak hanya penugasan menulis, SPI Jakarta juga mengadakan agenda mabit dan juga rihlah bagi peserta didiknya pada akhir semester.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

“Semua tempaan yang ada di SPI itu bermanfaat banget buat kita pribadi, kalau sudah selesai sama diri sendiri nanti bisa bermanfaat buat orang lain. Membuat laporan reportase itu ngajarin kita menuangkan apa yang kita lihat, kedalam sebuah tulisan, jadi kaya mengurai apa yang ada di kepala kita tentang suatu kejadian. Tujuannya melatih kita untuk bisa menulis. Nanti ilmu menulis ini lebih spesifik lagi dipelajari saat mata kuliah Jurnalistik”, ungkap Novalda, pengurus yang juga adalah alumnus SPI Jakarta.

SPI Jakarta menawarkan kurikulum secara berjenjang dan berkesinambungan, yaitu dari penanaman kesadaran kritis terhadap arus pemikiran (Ghazwul Fikri), dilanjutkan dengan pemahaman tentang eksistensi, tauhid, konsep diin, hingga ditutup dengan penanaman adab sebagai puncak pembentukan karakter, selaras dengan visi dari SPI yaitu menjadi lembaga pendidikan yang berkontribusi membangkitkan kembali tradisi ilmu untuk mengembalikan kejayaan peradaban Islam.

Peserta SPI Jakarta kali ini berasal dari berbagai kalangan dengan latar belakang yang berbeda. Salah satu peserta, Taqiyah yang berasal dari Sumatera Selatan, merupakan mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di LIPIA Jakarta menyampaikan antusiasmenya mengenai SPI Jakarta. “Sejauh yang aku tahu, SPI adalah sekolah yang harus ada di mana-mana, karena kalau dari statement ustad Akmal, kejayaan Islam akan kembali dengan mengembalikan tradisi ilmu, SPI bisa jadi salah satu solusi atau wasilah buat mengembalikan tradisi ilmu itu”, pungkas Taqiyah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlineinsistpemikiran IslamSekolah Pemikiran IslamSPI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’

Berita
10 September 2026 05:00
Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800
‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon

Terbaru

  • Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?