Hidayatullah.com – Sebuah papan reklame tampak terlihat jelas dari jalan menuju bandara Larnaca, Siprus. Menampilkan wajah politisi partai Likud, Gadi Eisenkot dengan latar belakang bendera ‘Israel’.
Dalam reklame itu terlihat juga pesan dalam bahasa Ibrani yang berbunyi “Warga Israel, nikmati! Kalian pantas mendapatkannya”. Bagaimana baliho kampanye pemilu ‘Israel’ ada di Siprus?
Pertanyaan itu muncul di benak sebagian besar netizen yang melihat unggahan anggota Parlemen Eropa dari Siprus, Fidias Panayiouto. Melansir Quds News Network pada Selasa (28/07/2026), papan reklame itu ditujukan kepada wisatawan dan penduduk ‘Israel’ yang secara rutin mengunjungi negara tersebut.
Fidias, yang mengonfirmasi bahwa foto itu diambil bukan di ‘Israel’ tetapi di Siprus, menyebutnya sebagai propaganda politik. Menurutnya, hal itu tidak benar dan melanggar kedaulatan Siprus.
Dalam sebuah video yang diunggah ke TikTok, ia menggambarkan tindakan tersebut sebagai hal yang sangat mengkhawatirkan dan tidak dapat diterima, dan mengusulkan undang-undang untuk melarang negara-negara di luar Uni Eropa mempromosikan kampanye pemilu di Siprus.
Tidak hanya satu baliho, ada sejumlah baliho kampanye pemilu ‘Israel’ lain yang tersebar di seluruh Siprus.
Siprus, tujuan utama warga ‘Israel’ berlibur
Siprus adalah destinasi utama bagi warga ‘Israel’. Tercatat, wisatawan ‘Israel’ merupakan pengunjung terbesar kedua pulau itu pada tahun 2025.
Sejak dimulainya genosida di Gaza dan perang ‘Israel’ di Timur Tengah, jumlah wisatawan dan penduduk ‘Israel’ di Siprus telah meningkat. Hal itu diiringi dengan peningkatan jumlah warga ‘Israel’ yang membeli properti di sana dan laporan tentang peningkatan papan iklan real estat dalam bahasa Ibrani.
Siprus dan ‘Israel’ telah memperkuat hubungan politik, keamanan, dan ekonomi mereka, dengan meningkatnya kehadiran pialang dan pengusaha real estat Israel di pulau itu, khususnya di Larnaca.
Siprus juga menyediakan wilayah udara bagi ‘Israel’ untuk latihan militer, dan awal tahun ini keduanya, bersama dengan Yunani, memperdalam kerja sama militer mereka melalui pengaturan trilateral.




