Hidayatullah.com – Pemerintah Kolombia yang baru kembali memulihkan kerjasama dengan ‘Israel’ setelah pemerintahan sebelumnya pada 2024 memutuskan hubungan diplomatik dengan entitas Zionis.
Melansir Anadolu pada Sabtu (08/08/2026), pemerintah Kolombia mengumumkan pembentukan komisi ekonomi bilateral dengan ‘Israel’ dan berencana melakukan kunjungan resmi ke wilayah penjajahan pada Oktober.
Wakil Presiden Jose Manuel Restrepo, melalui media sosial X, mengatakan bahwa keputusan itu disepakati sebelum Presiden terpilih Abelardo de la Espriella dilantik.
Menurutnya, mekanisme kerjasama baru ini akan “membuka pintu untuk investasi, teknologi, inovasi dan talenta Kolombia.”
Menolak Berhubungan dengan Pelaku Genosida
Pemerintah Kolombia di bawah Presiden Gustavo Petro telah memutuskan hubungan diplomatik dengan ‘Israel’ pada Mei 2024 setelah ketegangan selama berbulan-bulan. Petro dengan tegas mengatakan bahwa ia tidak dapat mempertahankan hubungan dengan pemerintah yang melakukan genosida.
Bogota juga telah bergabung dalam gugatan genosida terhadap ‘Israel’, yang diajukan oleh Afrika Selatan ke Mahkamah Internasional (ICJ) dan didukung oleh beberapa negara lain.
Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant juga menghadapi surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.*




