Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

1.300 Dapur MBG Ditutup, DPR Tegaskan Keselamatan Anak Jangan Pernah Jadi Kompromi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2026 13:38 1:38 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Agustus 2026 15:00
Bagikan
Anggota DPR RI, Netty Prasetiyani
Bagikan

Hidayatullah.com – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sekitar 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum memenuhi standar keamanan dan higiene pangan.

Menurut Netty, penertiban tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan program MBG tidak hanya mengejar perluasan cakupan penerima manfaat, tetapi juga menjamin makanan yang disajikan benar-benar aman dan layak dikonsumsi, khususnya oleh anak-anak.

“Ketika menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak, keamanan pangan tidak boleh dikompromikan. Kalau ada dapur yang belum memenuhi standar, memang harus dibenahi sebelum kembali beroperasi,” ujar Netty dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Ia menilai pemenuhan standar keamanan pangan harus menjadi persyaratan mutlak bagi seluruh SPPG. Standar tersebut mencakup Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), kondisi sanitasi dapur, hingga penerapan sistem pengawasan keamanan pangan.

Netty menegaskan, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan ketika muncul persoalan. Pemerintah perlu membangun mekanisme evaluasi yang rutin dan menyeluruh agar potensi masalah dapat dideteksi sejak dini.

Baca Juga

LBH Hidayatullah Berikan Edukasi Hukum di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan
Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Tak Terlena Medsos dan Kembali Membaca Buku
Gaza Kembali Puncaki Daftar Wilayah Paling Mematikan bagi Pekerja Kemanusiaan
Luncurkan Buku Sejarah Peradaban Islam, Buya Amirsyah Tekankan Pentingnya Adab dan Ibrah Sejarah
Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz

“Evaluasi SPPG harus dilakukan secara berkala dan transparan. Pengawasan jangan hanya bergerak setelah terjadi persoalan, tetapi harus memastikan seluruh proses, mulai dari bahan baku, pengolahan, kebersihan dapur, distribusi, sampai makanan diterima penerima manfaat, memenuhi standar,” katanya.

Meski mendukung penutupan dapur yang tidak memenuhi ketentuan, Netty mengingatkan agar langkah penertiban tersebut tidak berdampak pada terhentinya layanan MBG bagi anak-anak penerima manfaat.

Menurutnya, BGN perlu menyiapkan mekanisme pengganti apabila sebuah SPPG harus dihentikan sementara. Dengan demikian, penegakan standar keamanan pangan tetap berjalan tanpa mengorbankan hak penerima manfaat untuk memperoleh makanan bergizi.

“Penertiban harus berjalan, tetapi pelayanan kepada anak-anak juga jangan terhenti. Kalau satu dapur ditutup karena tidak memenuhi standar, harus segera ada solusi agar penerima manfaat tetap mendapatkan makanan bergizi dan aman,” ujarnya.

Netty mengatakan program MBG merupakan program berskala besar dengan jumlah penerima manfaat yang sangat banyak. Karena itu, tata kelola program harus dibangun dengan sistem pengawasan yang kuat, profesional, dan akuntabel.

Ia mengingatkan agar keberhasilan MBG tidak hanya diukur berdasarkan jumlah makanan yang berhasil didistribusikan kepada masyarakat. Aspek kualitas gizi dan keamanan pangan juga harus menjadi indikator utama keberhasilan program.

“MBG adalah program besar dengan jumlah penerima yang sangat banyak. Karena itu, tata kelolanya juga harus dibangun dengan standar yang kuat. Kita ingin MBG sukses bukan hanya dari jumlah makanan yang tersalurkan, tetapi juga dari kualitas dan keamanan makanan yang diterima masyarakat,” tegasnya.

Menurut Netty, penataan dan evaluasi terhadap SPPG dapat menjadi momentum untuk memperkuat sistem pelaksanaan MBG secara keseluruhan. Dapur yang belum memenuhi standar perlu diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan sebelum kembali melayani penerima manfaat.

Pada saat yang sama, pengawasan harus dilakukan secara konsisten agar standar yang telah ditetapkan tidak sekadar menjadi persyaratan administratif, tetapi benar-benar diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Netty berharap langkah BGN dalam menertibkan SPPG dapat mendorong terciptanya penyelenggaraan program MBG yang lebih profesional, higienis, transparan, dan berkelanjutan.

“Tujuan akhirnya tetap sama: anak-anak Indonesia mendapatkan makanan bergizi dengan aman. Standar harus ditegakkan, tetapi akses penerima manfaat juga harus dijaga,” pungkas Netty.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dapur MBGDPRkeracunanSPPG
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LBH Hidayatullah Berikan Edukasi Hukum di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Sebelum Desember 2026

Berita
19 Agustus 2026 10:57
PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
HUT ke-81 RI, MUI: Mari Jaga Moral Bangsa dari Penyimpangan Seksual
Takuti Warga ‘Israel’, Netanyahu Pajang Wajah Para Pemimpin Muslim di Baliho Pemilu
Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal

Terbaru

  • 1.300 Dapur MBG Ditutup, DPR Tegaskan Keselamatan Anak Jangan Pernah Jadi Kompromi
  • LBH Hidayatullah Berikan Edukasi Hukum di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan
  • Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Tak Terlena Medsos dan Kembali Membaca Buku
  • Gaza Kembali Puncaki Daftar Wilayah Paling Mematikan bagi Pekerja Kemanusiaan
  • Luncurkan Buku Sejarah Peradaban Islam, Buya Amirsyah Tekankan Pentingnya Adab dan Ibrah Sejarah
  • Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz
  • Suriah Tangkap Seorang Pejabat Keamanan Bashar al-Assad
  • Portugal Melarang Burqa
  • UEA Putuskan Hubungan Dagang, Iran Peringatkan Negara Teluk Tidak Bantu Amerika
  • Turki dan ‘Israel’ Berlomba-Lomba Jadi Pusat AI Dunia

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Suriah Tangkap Seorang Pejabat Keamanan Bashar al-Assad

19 Agustus 2026 19:29
Berita

Portugal Melarang Burqa

19 Agustus 2026 18:53
Berita

UEA Putuskan Hubungan Dagang, Iran Peringatkan Negara Teluk Tidak Bantu Amerika

19 Agustus 2026 18:22
Berita

Turki dan ‘Israel’ Berlomba-Lomba Jadi Pusat AI Dunia

19 Agustus 2026 15:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?