Hidayatullah.com– Kelompok ekstremis melancarkan serangan dan menculik puluhan jamaah yang sedang melakukan shalat Jumat di negara bagian Niger, kata pihak berwenang Nigeria hari Sabtu (22/8/2026).
Polisi mengatakan sekelompok orang bersenjata menyerang bebrapa desa di Wilayah Pemerintahan Daerah Borgu sebelum menyerbu sebuah masjid di desa Kpenya saat shalat Jumat sedang berlangsung.
“Orang-orang diculik saat shalat Jumat di sebuah masjid,” kata ketua dewan perwakilan setempat Abdullahi Mohammed Nasir kepada Associated Press.
“Saat itu para begundal datang dan mengepung masjid dan membawa mereka (korban) pergi.”
Sejumlah saksi mata menceritakan kekerasan yang terjadi.
“Tidak lama setelah shalat Jumat, sekelompok orang bersenjata … Jumlahnya seratusan, dengan membawa senjata api, belati dan kapak mulai menyerang kami,” kata seorang penyintas kepada AFP. “Mereka membantai orang-orang kami, menuduh kami tidak melaksanakan ajaran Islam yang sebenarnya.”
Penduduk lokal mengatakan kepada jurnalis AFP dan Reuters bahwa puluhan orang — sekitar 60 — diculik.Para saksi juga mengatakan kepada AFP bahwa sekelompok orang bersenjata itu membunuh beberapa warga lokal, meskipun menurut pihak kepolisian “berdasarkan laporan yang masuk tidak ada korban jiwa”.
Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku sebagai pihak di belakang serangan itu dan pihak kepolisian belum mengidentifikasi para pelaku.
Seorang saksi mengatakan kepada AFP bahwa orang-orang bersenjata itu merupakan anggota Lakurawa — kelompok radikal yang menurut para peneliti berkaitan dengan kelompok “Islamic State Sahel Province”.
Seorang warga setempat lainnya mengatakan kepada AFP bahwa para pelaku merupakan anggota Ansaru, kelompok sempalan yang memisahkan diri dari Boko Haram dan sekarang bersekutu dengan al-Qaeda.
Para saksi juga mengatakan bahwa pihak ketiga yaitu kelompok jihad Mahmuda, yang merupakan rival kedua kelompok itu, melancarkan serangan kepada para penculik sehingga sebagian korban berhasil meloloskan diri.*




