Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Luncurkan Buku Sejarah Peradaban Islam, Buya Amirsyah Tekankan Pentingnya Adab dan Ibrah Sejarah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2026 11:35 11:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Agustus 2026 11:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, meluncurkan buku terbarunya berjudul Sejarah Peradaban Islam pada Rabu (19/8/2026). Peluncuran sekaligus bedah buku tersebut digelar di Gedung MUI Pusat, Jakarta.

Dalam paparannya, Buya Amirsyah menjelaskan bahwa gagasan penulisan buku tersebut berangkat dari prinsip mendasar dalam tradisi keilmuan Islam, yakni ilmu harus senantiasa disertai adab.

Menurutnya, ilmu yang tinggi tidak akan memberikan manfaat apabila tidak dibingkai dengan adab. Sebaliknya, ilmu yang tidak disertai adab justru berpotensi menimbulkan kerusakan.

Selain persoalan adab, penulisan buku Sejarah Peradaban Islam juga didorong oleh keinginan agar sejarah Islam tidak dipahami secara parsial. Sejarah, kata Buya Amirsyah, merupakan rangkaian peristiwa yang saling berkaitan dan memiliki benang merah.

Karena itu, memahami suatu periode sejarah tanpa melihat keterkaitannya dengan periode lain dapat membuat seseorang kehilangan konteks penting dalam perkembangan peradaban Islam.

Baca Juga

Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz
Suriah Tangkap Seorang Pejabat Keamanan Bashar al-Assad
Portugal Melarang Burqa
UEA Putuskan Hubungan Dagang, Iran Peringatkan Negara Teluk Tidak Bantu Amerika
Turki dan ‘Israel’ Berlomba-Lomba Jadi Pusat AI Dunia

“Tidak bisa kita pahami hanya sepotong-sepotong. Mengapa? Karena sejarah itu rangkaian, ya rangkaian yang tidak bisa kita putus antara satu dengan lain. Jadi rangkaian itu nanti ada benang merahnya,” ujarnya.

Buya Amirsyah menegaskan, sejarah peradaban Islam tidak semestinya berhenti sebagai hafalan atau sekadar menjadi pajangan masa lalu. Sejarah harus dibaca sebagai sumber ibrah atau pelajaran untuk memahami kondisi masa kini sekaligus menyiapkan masa depan.

Ia mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW yang seharusnya tidak hanya dikenang dalam catatan sejarah, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan.

“Rasulullah memberi contoh teladan yang baik bagi kita semua. Lalu, dengan contoh teladan yang baik ini, apakah hanya kita buat kenangan di atas kertas? Kan itu pertanyaannya. Apakah hanya kita anggap ini sebagai pajangan sejarah? Kan tentu tidak,” lanjutnya.

Dalam paparannya, Buya Amirsyah juga mengajak peserta melihat kembali kondisi Jazirah Arab sebelum datangnya Islam, termasuk kehidupan masyarakat jahiliah. Menurutnya, berbagai kondisi tersebut tidak cukup hanya dipelajari sebagai fakta sejarah, tetapi harus menjadi bahan untuk mengambil pelajaran yang relevan dengan kehidupan saat ini.

“Apakah ini sebenarnya pajangan sejarah? Atau ada ibrah yang harus kita ambil? Itu sebenarnya intinya,” katanya.

Ia kemudian mengaitkan perkembangan masyarakat Islam dengan keberhasilan Rasulullah SAW membangun peradaban di Madinah. Menurutnya, pembangunan peradaban tersebut tidak dapat dilepaskan dari proses penguatan iman dan penanaman adab yang dilakukan Rasulullah SAW.

Masyarakat Madinah, lanjutnya, menjadi salah satu contoh penting bagaimana iman, adab, persatuan, dan tata kehidupan bersama dapat menjadi fondasi dalam membangun sebuah peradaban.

Dalam konteks tersebut, Buya Amirsyah menilai Piagam Madinah tidak seharusnya hanya dikenang sebagai dokumen sejarah. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu menjadi sumber inspirasi dalam membangun kehidupan kebangsaan.

“Apakah hanya kita buat kenangan di atas kertas? Apakah hanya kita anggap ini sebagai pajangan sejarah? Kan tentu tidak,” tuturnya.

Buya Amirsyah kemudian menghubungkan pengalaman sejarah Madinah dengan kondisi Indonesia saat ini. Menurutnya, Indonesia memiliki modal sosial dan kebangsaan yang besar untuk membangun kehidupan masyarakat yang beradab.

Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan cukup apabila tidak diiringi dengan adab.

“Nah karena itu Indonesia sebagai miniatur negara Madinah seperti yang dicita-citakan oleh Rasulullah, maka kita harus bangun adab di Indonesia. Lihat Bapak-Ibu sekarang betapa peradaban bangsa kita sungguh memprihatinkan. Mengapa saya katakan prihatin? Ya karena jauh dari adab,” ungkapnya.

Pada bagian akhir paparannya, Buya Amirsyah menegaskan kembali bahwa mempelajari sejarah bukan semata-mata untuk mengetahui berbagai peristiwa masa lalu. Lebih dari itu, sejarah harus menjadi bahan refleksi dan introspeksi untuk memperbaiki kehidupan masa kini serta menyiapkan masa depan.

Ia kemudian merangkum setidaknya tiga pesan penting dari pembacaan sejarah peradaban Islam.

Pertama, sejarah harus dipahami bukan sekadar sebagai hafalan, melainkan sebagai sumber ibrah untuk membaca kondisi masa kini dan menyiapkan masa depan.

Kedua, peradaban tumbuh melalui sejumlah fondasi, antara lain iman, ilmu, persatuan, kepemimpinan, keterbukaan intelektual, serta kemampuan beradaptasi.

Ketiga, berbagai tantangan kontemporer seperti globalisasi, digitalisasi, radikalisme, Islamofobia, hingga perkembangan artificial intelligence (AI) membutuhkan respons yang berilmu, etis, moderat, dan konstruktif.

Melalui buku Sejarah Peradaban Islam, Buya Amirsyah berharap sejarah dapat dipahami secara utuh dan kontekstual, sehingga tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga sumber nilai dan pelajaran dalam membangun peradaban yang lebih beradab.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Buku Sejarah Peradaban IslamBuya Amirsyah TambunanHeadlineMajelis Ulama Indonesiaperadaban Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kantor Perdana Menteri Pemerintah Kurdistan Diserang Drone

Berita
17 Agustus 2026 16:26
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT
RMI PBNU: Jangan Tutup-tutupi Kekerasan di Pesantren
70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh

Terbaru

  • Luncurkan Buku Sejarah Peradaban Islam, Buya Amirsyah Tekankan Pentingnya Adab dan Ibrah Sejarah
  • Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz
  • Suriah Tangkap Seorang Pejabat Keamanan Bashar al-Assad
  • Portugal Melarang Burqa
  • UEA Putuskan Hubungan Dagang, Iran Peringatkan Negara Teluk Tidak Bantu Amerika
  • Turki dan ‘Israel’ Berlomba-Lomba Jadi Pusat AI Dunia
  • Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Kabar Mualaf Legenda Brazil Jadi Perhatian
  • MAI Sampaikan 14 Rekomendasi untuk RUU Perampasan Aset
  • DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Sebelum Desember 2026
  • Persatuan Ulama Muslim Internasional Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, Serukan Aliansi Umat Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Kabar Mualaf Legenda Brazil Jadi Perhatian
Berita

Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Kabar Mualaf Legenda Brazil Jadi Perhatian

19 Agustus 2026 12:20
Majelis Arah Indonesia MAI Sampaikan 14 Rekomendasi untuk RUU Perampasan Aset
Berita

MAI Sampaikan 14 Rekomendasi untuk RUU Perampasan Aset

19 Agustus 2026 11:27
Berita

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Sebelum Desember 2026

19 Agustus 2026 10:57
Berita

Persatuan Ulama Muslim Internasional Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, Serukan Aliansi Umat Islam

19 Agustus 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?