Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perusahaan Amerika Siap Raup Untung dari Wabah Ebola

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Oktober 2014 05:43 5:43 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Oktober 2014 05:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Meningkatnya kekhawatiran akan wabah Ebola di Amerika Serikat rupanya telah menaikkan permintaan akan pakaian pelindung.

DuPont, perusahaan Amerika Serikat yang berdiri sejak tahun 1802 dan merupakan salah satu perusahaan pembuat pakaian pelindung yang digunakan petugas untuk menanggulangi wabah Ebola di Afrika Barat, mengatakan kepada NBC News bahwa pabriknya telah menaikkan angka produksinya lebih dari tiga kali lipat.

Judson Boothe seorang tokoh senior di Kimberly-Clark Health Care, perusahaan bidang kesehatan yang bermarkas di Atlanta dan antara lain menyediakan pelayanan pencegahan infeksi, mengatakan bahwa pihaknya juga telah menambah jumlah produksi pakaian pelindung.

Tiga juta pakaian pelindung akan dibutuhkan dalam memerangi wabah Ebola, demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun perusahaan-perusahaan tidak hanya menarget para petugas kesehatan dalam memasarkan produknya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dilaporkan MailOnline, seragam pelindung, penutup wajah, serta perlengkapan untuk bertahan hidup telah lenyap dari rak-rak toko karena kepanikan warga akan bahaya Ebola di Amerika Serikat.

Seorang pakar penyakit infeksi mengatakan kepada MailOnline bahwa aksi borong warga yang panik itu hanya membuang-buang uang saja.

Saat berita ini ditulis, harga satu seragam pelindung mencapai USD743,40 di Amazon.com.

Dalam ulasannya salah seorang pembeli seragam pelindung buatan Lakeland Industries Inc pada 4 Oktober 2014 mengaku sudah menggunakannya sejak 3 pekan lalu dan belum tertular Ebola.

Sementara seorang pembeli lainnya pada 7 Oktober menulis bahwa dia belum lama ini menginap di sebuah hotel di Chicago untuk menghadiri konferensi. Oleh karena hotelnya sangat penuh, maka dia memakai seragam pelindung yang mirip pakaian astronot itu.

Sedangkan seorang pelanggan bernama Arcta menulis bahwa dia akan membeli produk itu lagi. Seragam pelindung itu akan dipakai istri dan anaknya saat berlindung di bunker rumah mereka sedalam 25 meter dari bahaya Ebola.

Kepanikan warga Amerika Serikat akan wabah Ebola itu muncul setelah kematian Thomas Eric Duncan. Dia merupakan orang pertama yang terdiagnosa positif Ebola di wilayah Amerika Serikat dan akhirnya meninggal di Texas.

Sebagian media mengabarkan bahwa pria asal Liberia yang datang ke Amerika untuk menikahi pacarnya itu meninggal meskipun sebelumnya telah diobati dengan ZMapp, obat percobaan yang sebelumnya juga diberikan kepada 2 warga Amerika pekerja kesehatan untuk sebuah misionaris Kristen yang tertular Ebola di Liberia dan berrhasil diselamatkan nyawanya.

Namun, Russia Today hari Senin (6/10/2014) melaporkan bahwa Duncan sedang dalam kondisi kritis meregang nyawa dan dia tidak mendapatkan obat ZMapp. Dr Thomas Frieden, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), mengkonfirmasi bahwa Duncan tidak diberi ZMapp karena stok obatnya kosong. “Semuanya habis” dan “tidak akan ada lagi dalam waktu dekat,” kata Frieden yang pernah pernah mengatakan di hadapan wartawan bahwa meskipun ada infeksi Ebola di Amerika Serikat tetapi tidak akan menjadi wabah dan Amerika akan mampu menanggulanginya.

Duncan akhirnya meninggal pada hari Rabu pagi (8/10/2014) di sebuah rumah sakit di Dallas, Texas.

Saat ini petugas terus mencari dan memantau kondisi orang-orang yang pernah kontak dengan Duncan sejak tiba di Amerika.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Enggan Bahas Keutamaan Kefakiran Saat Masih Berharta
Tulisan selanjutnya Bosan di Israel, 9 Ribu Orang Ingin Eksodus ke Berlin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?