Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Transgender, Homoseksual dan Rahmat Islam (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2014 11:00 11:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Oktober 2014 11:00
Bagikan
Febri Andriansyah alias Mayang Prasetyo sebelum menjalani operasi kelamin atau transgenjer (kiri), dan setelah operasi.
Bagikan

Oleh: Triana Arinda Harlis

BARU-BARU ini kita dikejutkan berita malang yang dialami Warga Negara Indonesia (WNI) Mayang Prasetyoyang bernasib tragis karena terbunuh dan dimutilasi oleh pasangannya.

Mayang Prasetyo berjenis kelamin laki-laki dengan nama Febri Ardiansyah, dikabarkan telah melakukan operasi payudara di Thailand tahun 2009.

Sejak SMA dia sudah sempat menyiratkan keinginan untuk menjadi perempuan. Setelah operasi, ia bertemu Marcus Pieter Volke, dan dikabarkan tinggal bersama di sebuah apartemen.

Transgender, Homo dan Kejahatan

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Kemajuan teknologi kedokteran diiringi dengan meluasnya pemikiran permisif, membuka ruang bagi orang-orang yang berkeinginan mengubah jenis kelamin. Dahulu menjadi waria/banci menjadi hal yang tabu, namun kini mulai bermunculan orang-orang yang rela merogoh kocek untuk meraih bentuk tubuh persis seperti wanita, diantaranya operasi payudara bahkan operasi vagina.

Perilaku transgender sangat berhimpitan dengan perilaku homoseksual. Karena dia merasa sebagai wanita (padahal terlahir laki-laki) dia akan menyukai laki-laki. Atau bisa jadi karena dia yang terlahir laki-laki menyukai laki-laki maka dia terobsesi untuk berperilaku sebagai perempuan dan membuat tubuhnya seperti perempuan (menjadi transgender).

Persoalan transgender dan homoseksual memang masih menjadi polemik, tidak hanya di Indonesia, tapi di banyak negara pun masih demikian.

Dunia terbagi menjadi tiga dalam merespon tindak tanduk mereka. Kelompok pertama masih menganggap perilaku mengubah kelamin dan pasangan seks sejenis adalah penyimpangan. Kelompok kedua memberikan apresiasi, support, bahkan menfasilitasi berbagai kegiatan guna menampilkan transgender dan kaum homoseks, misalnya mensponsori kontes waria, mendanai film yang menceritakan kisah gay, dll.

Pelopor liberalisme termasuk dalam kelompok ini yang memberikan ruang kebebasan sebebas-bebasnya pada perilaku manusia macam apapun. Kelompok ketiga adalah orang-orang yang kebingungan dengan perdebatan, maupun yang acuh tak acuh selama persoalan itu tak menimpa diri dan keluarganya. Kelompok ini tak mengambil sikap apapun.

Perilaku Marcus Peter Volke (pasangan homoseksual Mayang Prasetyo), menambah daftar panjang kejahatan yang dilakukan pelaku kelainan seks seperti homoseksual atau transgender.

Di Indonesia, kita telah banyak disuguhi kasus-kasus yang mengiris hati semacam ini. Dari homoseks pelaku pembunuhan berantai, paedofil, atau sekaligus keduanya. Kita tentu ingat kasus Ryan Jombang, Babe Baequni, pelecehan seksual di JIS, dan yang terakhir adalah kasus Emon.

Menurut Psikolog dari Universitas Gadjah Mada,Magda Bhinetty, perilaku kekerasan yang dilakukan pasangan homoseksual lebih tinggi ketimbang pasangan lainnya. “Bisa juga karena didukung karakter yang posesif pada pasangannya.” (kompas.com)

Wajar saja jika pasangan sejenis memiliki sifat yang posesif karena jumlah pengidap kelainan seksual tidak banyak ditemui di masyarakat, sehingga ketika mereka kehilangan kekasih mereka merasa kesulitan mencari pasangan lain. Karena perilaku homoseksual juga merupakan perilaku yang memalukan, maka pelakunya acapkali menjadi predator anak (paedofil) yaitu menjadikan anak sebagai korban pemenuhan nafsu bejat mereka, agar aib mereka bisa disembunyikan. Mereka menganggap jika anak-anak yang menjadi korban, mereka akan diam karena takut ancaman dari pelaku dan mudah dibujuk dengan rayuan yang sepele karena anak-anak belum tau apa-apa.*/bersambung Islam dan Kelainan Seksual

Penulis adalah pemerhati masalah sosial

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gayhomoseksualislamkejahatankorbanlesbianwaria
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masuk Komisi VIII, Jalal Akan Bela Pluralisme dan Nashrani
Tulisan selanjutnya Tokoh Syiah Ternama Saudi Diancam Hukuman Mati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?