Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Meminang Surga

Benar Dulu Baru Manfaat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 November 2014 15:43 3:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 November 2014 15:43
Bagikan
Bagikan

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

YANG netral dapat dipergunakan untuk kebaikan maupun keburukan. Nilainya tergantung pada penggunaan. Ini serupa dengan perkara mubah dalam agama. Yang haq dapat dipergunakan untuk kebaikan, pun keburukan. Kita menjumpai orang yang menggunakan kalimat haq untuk tujuan bathil. Apa ia katakan adalah kebenaran, tetapi dipergunakan dalam rangka mendukung kebathilan. Yang demikian ini serupa dengan ibadah fardhu; orang dapat mengerjakan tapi bukan dalam rangka taat. Selain itu, orang dapat melakukan untuk niat yang salah. Maka dalam hal ini, dua hal yang diperlukan, yakni benar dalam melaksanakan dan lurus dalam niat.

Adapun yang bathil, digunakan untuk kebaikan pun tetap bernilai bathil. Itu sebabnya, sebelum mengamalkan, kita perlu tahu haq atau bathil. Meskipun kita pergunakan untuk kebaikan, apa yang pada asalnya bathil, tetaplah tidak menghasilkan kebaikan. Ini serupa dengan orang yang berinfaq-shadaqah dari harta yang haram. Ia mencuri, ia korupsi, dan ia mempergunakan sebagian hartanya untuk beramal. Meski dipergunakan untuk melakukan amal shalih, tetapi ia tetap terhitung salah.

Maka, penting sekali mengetahui haq ataukah bathil yang kita pelajari, termasuk untuk pengembangan diri. Bukan bergantung pada persepsi. Haq maupun bathil ukurannya adalah ketetapan dalam agama sebagaimana dapat kita temukan dalam nash yang shahih, yakni Al-Quranul Kariim dan As-Sunnah Ash-Shahihah. Nash sesuai dengan pemahaman yang benar itulah dasarnya. Bukan persepsi. Bukankah orang yang paling merugi justru karena begitu meyakini persepsinya tentang kebenaran? Bukan menakar berdasarkan petunjuk yang haq.

Ingatlah sejenak firman Allah Ta’ala:

Baca Juga

teman
Membebaskan Anak dari Label Negatif
Lembut Itu Tak Berkata Kasar
Diistimewakan Allah Bersebab Niat Jujur Orangtua
Tanpa Ta`dib dan Pendidikan Adab, Boarding School Ibarat Rumah Kost Belaka
Kreatif Tanpa Musik

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالاً

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” (QS. Al-Kahfi, 18: 103).

Selanjutnya, firman Allah:

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعاً

“Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al-Kahfi, 18: 104).

Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 104 ini? Jangan bergantung pada persepsi. Pastikan dulu bahwa itu haq sebelum mengambil, memegangi dan mengamalkan. Jangan pula memudah-mudahkan diri dalam mengambil apa yang disangkakan sebagai ilmu hanya berbekal qiyas, “Seperti pisau, tergantung kita pergunakan untuk apa. Jika kita pakai untuk memasak, ia menjadi kebaikan. Tapi jika kita gunakan untuk menyiksa binatang, ya itu keburukan.”

Bagaimana kita akan menganalogikan keyakinan dengan pisau, padahal keduanya sangat jauh berbeda. Pada keyakinan, di dalamnya sudah terdapat nilai. Sementara pisau merupakan benda yang bersifat netral. Menyamakan keduanya bersebab gegabah melakukan qiyas (analogi) akan menggelincirkan kepada syubhat, yakni meyakini apa yang bathil sebagai kebenaran dan kebaikan.

Sesungguhnya salah satu sumber syubhat dalam mengikuti keyakinan, aqidah lain maupun pseudoscience adalah karena menganggap itu semua sebagai ilmu yang teruji secara “ilmiah”. Padahal kita perlu bedakan antara bukti (evidence) dan pembuktian (proofing). Apa yang ditunjukkan dalam pembuktian tidak berarti bukti itu ilmiah.

Dari sisi agama, keyakinan dasar yang harus kita pegang sangat sederhana: sebaik-baik perkataan adalah Al-Qur’an. Maka takarlah dengannya. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam. Maka jika datang trik, teknik atau keyakinan baru, meskipun berkait dengan pengembangan diri, periksalah apakah ia bersesuaian dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah atau tidak. Inilah yang pokok. Bukan mengagumi dan meyakini dulu apa yang dianggap sebagai pendekatan ilmu pengetahuan modern, lalu mencari pembenaran Al-Qur’an dan hadis.

Begitu pun menyamakan pendekatan dalam NAM (New Age Movement, gerakan kebangkitan agama-agama bumi/pagan) dengan ilmu hukum merupakan sikap gegabah. Sebab yang harus ditelisik dulu adalah benar salahnya. Islam mengajarkan kepada kita untuk menakar dulu benar atau salah, baru mengambil manfaat. Bukan menimbang manfaat dulu baru memperhatikan benar atau salahnya sesuatu. Bukankah miras (khamr) pun Allah Ta’ala nyatakan ada manfaatnya? Tapi Allah Ta’ala tegas mengharamkan. Begitu pula babi, sangat banyak manfaatnya. Bahkan jika dilihat dari manfaat, hampir seluruh bagian babi banyak manfaatnya. Tapi ia tetap haram secara mutlak.

Berkait salah satu cabang NAM, ada yang berkata, “Jangan asal menuduh. Ini nggak pakai jin, bagaimana bisa salah?” [Lihat: NAM, Gerakan Kemusyrikan Baru]

Tidak memakai jin bukan otomatis benar. Pembicaraan tentang benar dan salah tidak bergantung pada penggunaan jin. Bukankah setan itu sesat meskipun tidak mengikuti jin. Justru jin yang akan sesat jika ikut setan. Maka, tidak pakai jin tidak serta-merta jadi benar.*

FB: Mohammad Fauzil Adhim Twitter @kupinang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:babihalalharam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sastrawan Taufiq Ismail Ajak Budayakan Baca dan Menulis
Tulisan selanjutnya Paus Sebut Perpecahan Kalangan Kristen Hanya Lemahkan Penginjilan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

perjuangan
Meminang Surga

Matinya Perjuangan

17 Januari 2022 14:00
Meminang Surga

Lembut Itu Ada Takarannya

30 November 2021 15:00
Za'faran Herbal
Meminang Surga

Tiap Obat Ada Dosisnya ⁣

8 Oktober 2021 07:33
Jepang, Negeri Yang menua
Meminang Surga

Keengganan Mengurusi Anak Dan Masa Depan Demografis Jepang. ⁣⁣

13 September 2021 17:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?