Hidayatullah.com–Indonesia dijadikan percobaan penggunaan e-hajj. Dalam waktu dekat Pemerintah Saudi Arabia akan melakukan sosialisasi tentang pemberlakuan sistem elektronik haji (e-hajj) kepada pihak otoritas penyelenggara haji Indonesia.
Menurut Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHI Ahda Barori, di Jakarta, Selasa (2/12/2014), sosialisasi ini sekaligus pula mengintegrasikan sistem informasi teknologi dan komunikasi (ITC) yang ada di Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU).
Hal yang sama dikemukakan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis, yang dijumpai secara terpisah.
Sri mengatakan, pemerintah Saudi Arabia sangat yakin Indonesia mampu melaksanakan kegiatan proyek percontohan yang dirancang sebagai pengujian dalam penyelenggaraan haji pada 2015, khususnya dalam penggunaan e-hajj.
Penerapan e-hajj oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi merupakan terobosan baru penyelenggaraan haji dan umrah. Saudi ingin pada 2015 mulai menggunakan teknologi yang dapat terintegrasi dengan berbagai negara.
E-hajj adalah sistem informasi haji dan umrah yang terintegrasi dengan sejumlah negara lain. Di Indonesia, implementasi e-hajj dikenal sebagai Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).
Pada 2015, Siskohat dan e-hajj sudah harus dapat terintegrasi.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, pihaknya akan mengerahkan “jago” IT untuk menyatukan Siskohat dengan e-hajj, sehingga azas transparansi dalam penyelenggaraan ibadah haji ke depan harus makin berkualitas, dan kegiatan ini adalah bagian dari reformasi penyelenggaraan haji.
Reformasi haji mencakup peningkatan pelayanan pendaftaran dan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), serta peningkatan pelayanan haji di dalam negeri dan luar negeri.*