Hidayatullah.com– Hingga Ahad malam (11/08/2019) waktu Arab Saudi, menurut data sekretariat operasional Armuzna, sebanyak enam jamaah haji meninggal dunia dalam dua hari terakhir.
Adapun total jamaah yang meninggal dunia di Tanah Suci pada musim haji 1440H hingga saat ini mencapai 116 orang. Sebagian besar yang meninggal dunia adalah jamaah usia tua antara 60-90 tahun.
Jamaah tersebut menderita serangan jantung, stroke, atau gangguan pernapasan. Hal ini terjadi karena mereka kelelahan berjalan dari tenda menuju lokasi lontar jumrah.
Dilaporkan, seorang jamaah haji meninggal dunia di dalam Terowongan Muasim di Mina.
Berdasarkan sertifikat kematian, penyebab kematian jamaah berusia 72 tahun asal Bandung itu adalah syok kardiogenik atau terganggunya kinerja jantung sehingga pasokan darah tidak mencukupi.
Cuaca panas dan kondisi perjalanan yang cukup jauh dari tenda menuju lokasi pelemparan jumrah di Mina, membuat banyak jamaah haji Indonesia kelelahan. Berimbas pada penurunan kondisi kesehatan hingga banyak jamaah yang ambruk di hari pertama fase Mina.
Dehidrasi hingga heatstroke disebut jadi penyebab terbanyak jamaah asal Indonesia harus dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mina. Bahkan tercatat enam orang meninggal dunia hingga Ahad (11/08/2019), pada fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Dari pintu sini (KKHI) ke Jamarat mencapai sekitar 2 kilometer. Total bolak-balik sekitar 5 kilometer. Jarak terjauh adalah Mina Jadid, bisa 10 kilometer bolak-balik,” kata Direktur KKHI Madinah Amsyar Akil menjelaskan kondisi di Mina.
Berdasarkan pantuan, pada pukul 23.00 WAS, Ahad malam, KKHI di Mina terlihat banyak pasien dirawat. Beberapa terbaring lemah dan masih dalam perawatan. Tim kesehatan yang terdiri dari perawat dan dokter terlihat terus menangani pasien.
“Sampai malam ini (Ahad) 182 jamaah dirawat di posko, 21 dirujuk ke rumah sakit,” ujar Juru Bicara Pos Kesehatan Mina, Nila Gading di Mina kutip MCH, Senin (12/08/2019).
Baca: Jamaah Haji Wukuf di Bawah Suhu Panas 36 derajat Celsius
Jamaah haji sakit dirujuk ke Rumah Sakit Mina Al Wadi. Sementara yang masih dalam perawatan KKHI yang berlokasi di Maktab 50 sebanyak enam orang.
Sedangkan sisanya, sudah diperbolehkan pulang ke maktab karena dinilai membaik. “Keluhan paling sering dehidrasi hingga heatstroke,” tambahnya.
Ketika meninjau langsung kondisi Mina, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin sempat mendapati jamaah haji asal Madiun, yang ambruk di tengah jalan dan sedang dalam perawatan petugas kesehatan.
Menag pun langsung mendekati dan menanyakan kondisi jamaah perempuan tersebut dan mendoakan segera pulih.*