Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

20 Tahun Sebelum Perang Salib Berkobar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Januari 2015 09:43 9:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Januari 2015 06:01
Bagikan
Perang Manzikert tahun 1071 (ilustrasi)
Bagikan

Oleh: Nugra Fatah

DAERAH Van, tepi danau sebelah timur Turki tanggal 26 DzulQoidah 464 H (Agustus 1071 M), Sultan Alp Arsalan, penguasa Turki Saljuk, mendapatkan informasi bahwa Kaisar Bizantium, Romanus Diagenes IV sedang menyiapkan bala tentara besar untuk menjajah Azerbaijan dan daerah-daerah Islam di Asia Kecil.

Kaisar Romanus berangkat dalam satu pasukan besar laksana gunung yang terdiri dari pasukan Romawi, Georgia (Azerbaijan) dan Perancis. Jumlah dan persenjataannya sangat kuat dengan 200.000 pasukan terlatih. Maka sang Sultan pun menggalang 20.000 pasukan Muslimin untuk mencegah datangnya penjajah.

Ketika sang Sultan yang digelari Singa Pemberani ini melihat pasukan besar Bizantium, ia sempat gentar. Namun seorang ulama yang bernama Abu Nashr Muhammad bin Abdul Malik al Bukhari menasihati sultan;

“Sesungguhnya engkau berperang dalam membela agama yang Allah janjikan untuk menolongnya dan akan Allah menangkan atas semua agama. Saya berharap Allah telah menuliskan kemenangan ini atas namamu. Maka hadapilah mereka di jam-jam saat para khatib Juma’at sedang berdoa di atas mimbar, sebab mereka berdoa untuk kemenangan kaum mujahidin.”

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Ketika masuk hari Jumat, Sultan menjadi imam shalat Muslimin. Ia menangis yang diikuti isak tangis mujahidin. Ia lalu berdoa dan diaminkan oleh seluruh pasukan. Kemudian ia berkata lantang,

“Siapa yang ingin meninggalkan tempat ini, maka tinggalkanlah. Sebab di sini, tidak ada seorang sultan yang menyuruh dan melarang.”

Sultan mengambil busur, anak panah dan pedangnya. Kuda pelana pun ia pasang sendiri di punggung kuda dan diikuti oleh seluruh pasukan. Tidak ada lagi bayangan keindahan dunia yang tersemat di benaknya, kemilau emas dan perak, wanita-wanita, istana yang asri dan tempat tidur yang empuk. Yang terlintas di hatinya hanyalah bayangan kematian, bayangan bertemu dengan Allah dan Rasul yang dirindukan. Lalu ia memakai pakaian putih-putih dan bersumpah untuk berjuang hingga titik darah penghabisan sembari berkata,

“Jika saya terbunuh, maka inilah kafanku!”

Perang Manzikart

Detik-detik perang menentukan mulai berdetak, kedua pasukan telah berhadap-hadapan. Sultan turun dari kudanya dan bersujud kepada Allah, meminta kemenangan dari Yang Maha Pemberi Kemenangan. Maka berkobarlah pertempuran dahsyiat yang dikenal sebagai Perang Maladzkird atau Manzikart.

Pertempuran Manzikart terjadi antara Kekaisaran Bizantium dan tentara Saljuk pimpinan Alp Arslan pada 26 Agustus 1071 di dekat Manzikart (kini Malazgirt, Turki, di wilayah Mus). Peristiwa ini berakhir dengan salah satu kekalahan terburuk Kekaisaran Bizantium dan penawanan Kaisar Bizantium Romanos IV Diogenes.

Perang yang menghenyakkan pasukan Romawi, karena kemenangan justru diperoleh pasukan Muslimin yang jumlah dan peralatannya jauh di bawah pasukan Bizantium. Keimanan, sekali lagi, telah membuktikan kekuatannya yang tak terbatas.

Puluhan ribu pasukan Bizantium tewas, dan sang Kaisar sendiri tertawan. Ketika ia dihadapkan pada Sultan Alp Arsalan, ia ditampar tiga kali sambil berkata;

“Jika aku menjadi tawananmu, apa yang akan kau lakukan terhadapku?”

“Pasti semua yang buruk-buruk.” Jawab Romanus.

“Lalu apa yang kuperbuat menurutmu?”

“Mungkin kau akan membunuhku dan kau giring aku di negerimu, atau mengampuniku dan mengambil tebusan dariku dan mengembalikan aku ke negeriku.”

“Tak ada yang aku inginkan kecuali mengambil tebusan darimu.” Jawab Sultan.

Romanus menebus dirinya dengan harga yang sangat mahal, yakni 150.000 dinar (atau 637.500 gram emas. Sekitar Rp 255 milyar dengan asumsi 1 gram emas = Rp 400.000 rupiah). Lalu ia berdiri di hadapan Sultan dan memberi minum padanya.

Sultan memberinya bekal 1.000 dinar untuk pulang dan mengirim beberapa komandan pasukan untuk menjaga hingga selamat ke negerinya. Sultan sendiri mengantarnya sejauh 4 mil dengan sebuah pasukan yang membawa panji-panji bertuliskan ‘Laa ilaaha illALlah Muhammad Rasulullah,.( Dalam Ibnu Katsir, al-Bidayah wal Nihayah 12/108). Semoga Bermanfaat.*

Penulis buku Panglima Surga. Twitter @nugrazee. Blog www.nugrazee.blogspot.com

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Begini Sikap Muslim Saat Musim Hujan Tiba
Tulisan selanjutnya Jabhah Nusrah Serang Milisi Syiah Hizbullah di Perbatasan Suriah-Libanon

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Berita
17 Oktober 2026 21:46
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Terbaru

  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?