Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penembakan Tiga Mahasiswa Muslim AS, Mengapa Liputan Kurang?

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 12 Februari 2015 13:42 1:42 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 12 Februari 2015 13:42
Bagikan
Postingan di media sosial terhadap peristiwa penembakan mahasiswa muslim di Chapel Hill, North Carolina, AS.
Bagikan

Hidayatullah.com–Kepala kepolisian Chapel Hill, Chris Blue, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki apakah aksi penembakan terhadap tiga mahasiswa muslim dilatarbelakangi kebencian terhadap agama tertentu mengingat ketiga korban beragama Islam.

“Kami paham keprihatinan mengenai kemungkinan bahwa peristiwa ini didasari kebencian dan kami akan mengerahkan segala upaya untuk menentukan apakah memang benar demikian,” kata Blue, dilaporkan BBC, Kamis (12/2/2015).

Sebagaimana diberitakan, Craig Stephen Hicks (46 tahun), mahasiswa paralegal dari Chapel Hill, didakwa melakukan pembunuhan tingkat pertama dalam penembakan hari Selasa (11/2/2015) sekitar 05:00 (2200 GMT), tiga km dari Kampus University of North Carolina.

Para korban adalah pengantin baru Deah Shaddy Barakat, 23 tahun, istrinya Yusor Abu-Salha, 21 tahun, dan adiknya Razan Abu-Salha, 19, dari Raleigh. Barakat mahasiswa kedokteran gigi di University of North Carolina, istrinya akan memulai studi di fakultas yang sama saat musim gugur. Sedang Razan mahasiswa di North Carolina State University.

Ketiga korban dikenal aktif dalam program bantuan kemanusiaan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pembunuhan ini mengundang kecaman internasional. Penembakan memicu tagar #MuslimLivesMatter pada media sosial dengan banyak yang menyebutkan kurangnya liputan berita atas kejadian tersebut.

“Saya pikir bahwa umat Islam hanya bisa menjadi berita ketika berada di belakang senjata, tidak di depannya,” menurut cuitan akun Twitter milik @biebersrivals.

Postingan lainnya, #ChapelHillShooting telah digunakan lebih dari 300.000 kali dan menjadi topik populer di Amerika Serikat, Inggris, Mesir, Arab Saudi, dan beberapa negara di Timur Tengah.

Tagar itu dipopulerkan Abed Ayoub, direktur kebijakan Komite Anti-Diskriminasi Amerika-Arab. ‘Mengapa tidak ada seorang pun menyebut #ChapelHillShooting aksi terorisme? Apakah para korban menganut agama yang salah?’ cuitnya.

Aktivis Muslim menuntut pihak berwenang menyelidiki kemungkinan motif kebencian agama.

Keluarga Barakat mendesak penembakan diselidiki sebagai kejahatan kebencian dan mengatakan ketiga tewas dengan tembakan di kepala.

“Hari ini, kami menangis karena rasa sakit yang tak terbayangkan atas pembunuhan gaya eksekusi,” kata kakak perempuan Barakat, Suzanne kepada wartawan.

Jaksa AS untuk Distrik Tengah North Carolina, Ripley Rand pada konferensi pers dengan para pejabat polisi setempat mengatakan, insiden ini tampaknya bukan aksi yang ditargetkan terhadap Muslim Carolina Utara.

Imam Abdullah Antepli, Kepala Perwakilan Muslim di Duke University, mengatakan dalam konferensi pers, kejadian itu belum tentu terjadi karena kebencian agama dan menyerukan pelonggaran ketegangan.

Kelompok-kelompok seperti Muslim Public Affairs Council, Council on American-Islamic Relations (CAIR) dan komunitas lokal Raleigh Muslims for Social Justice menyerukan penyelidikan federal adanya kemungkinan kejahatan kebencian agama.

“Saya berharap tragedi yang mengerikan ini akan menjadi titik balik yang membawa realitas bahwa jika kita terus mengutuk Muslim dan menyamakan agama mereka dengan terorisme, hal itu akan menyebabkan lebih banyak serangan,” kata Manzoor Cheema, co-founder Muslims for Social Justice.

Barakat, seorang warga negara Amerika asal Suriah, menulis dalam posting Facebook terakhirnya tentang menyediakan pasokan gigi gratis dan makanan kepada orang-orang tunawisma di pusat kota Durham.

Dia mengumpulkan dana untuk perjalanan ke Turki dengan 10 dokter gigi lain untuk memberikan tambalan gratis, saluran akar dan instruksi kebersihan mulut untuk anak-anak pengungsi Suriah.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin Sharia4Belgium Divonis 12 Tahun Penjara
Tulisan selanjutnya Dikembangkan Insulin “Pintar” untuk Kendalikan Gula Darah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam

Berita
12 September 2026 17:00
MUI Tegaskan Peringatan Maulid Nabi Tak Semestinya Bernuansa Satanic
Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan
Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam
Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah

Terbaru

  • Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT
  • 87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
  • Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun
  • Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza
  • Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’
  • Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina
  • Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah
  • Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI
  • Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan
  • Peringatan Hari Kematian Mahsa Amini Pertokoan Tutup, Pasukan Keamanan Iran Bersiaga

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?