Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Peradamaian Semu Ala Zionis-Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 September 2011 05:49 5:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 September 2011 05:49
Bagikan
Bagikan

Oleh: Mohammad Ismail

MEMBICARAKAN soal kekejaman Israel memang tidak ada habisnya. Sejak 63 tahun lalu negara kecil yang “sok berkuasa” itu tidak pernah puas menjajah negara lain. Seakan dunia ini milik mereka dan hanya untuk mereka sehingga dengan seenaknya mereka menjajah dan membantai penduduk negara lain.

Palestina, itulah negara yang terjajah. Meskipun negara tersebut memiliki hak untuk merdeka akan tetapi hak tersebut tidak memiliki ruang dimata Israel. Pembunuhan warga Palestina secara membabi buta bukan tanpa alasan, mereka berdalih bahwa tanah Palestina merupakan tanah yang dijanjikan untuk mereka sehingga Israel merasa harus merebutnya dari warga Palestina.

Usaha untuk menjadikan Palestina merdeka terus dilakukan meskipun kadang kala hasilnya sama, yaitu kegagalan. Gagalnya suatu negara atas kemerdekaan berarti ia gagal untuk mendapatkan hak-hak kenegaraan, kemerdekaan misalnya. Sehingga penindasan yang “dilegalkan” lah yang terjadi.

Sejak 20 tahun terakhir ini upaya perdamaian antara Israel dengan Palestina telah digaungkan. Akant tetapi hasilnya belum memuaskan bagi warga Palestina karena Israel selalu melakukan tipu dayanya supaya Palestina tetap dalam keadaan tidak merdeka.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Tipu daya Israel –dengan dukungan Amerika Serikat– yang sering dikemas dalam slogan “perdamaian” seakan memikat hati negara-negara sekutunya. Amerika misalnya, negara yang satu ini selalu menggunakan kekuasaannya untuk mendukung aksi perdamaian semu Israel. Meskipun yang dilakukan Israel adalah pertumpahan darah asalkan itu demi perdamaian ala Israel tentu amerika akan tetap setia mendukung aksi tersebut.

Upaya terbaru yang dilakukan oleh presiden Palestina, Mahmud Abbas yaitu mendatangi kantor PBB dengan harapan segera diakuinya kemerdekaan negara Palestina. Ternyata hal tersebut ditanggapi negatif oleh Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel. Ia mengatakan bahwa Israel menginginkan perdamaian dengan Palestina, untuk itu harus ada negosiasi antara Israel dan Palestina. Perdamaian ada ditangan kami, bukan Palestina. seperti yang ditulis koran Republika, selasa 20 September 2011.

Untuk menggagalkan lobi yang dilakukan Palestina dengan PBB tersebut, Benyamin Netanyahu berencana akan mendatangi PBB untuk menyampaikan rencana perdamaian ala Israel tersebut. Bukan Israel kalau tidak sukses dalam lobying, kita tunggu saja apa tindakan PBB atas laporan kedua pimpinan negara tersebut.

Rencana perdamaian sengaja diulur-ulur oleh Israel karena dibalik wacana tersebut mereka memiliki segudang rencana untuk menjadikan bumi Palestina itu tanah Israel. Hal itu terbukti dengan semakin luasnya tanah Israel dan semakin menyempitnya tanah Palestina.

Penjajahan yang dilakukan Israel ternyata “memaksa” warga Palestina untuk merelakan tanah yang telah didiaminya berpuluh-puluh tahun jatuh ke tangan Israel. Pembangunan perumahan oleh Israel pun terus digalakkan, bukan hanya rumah masyarakat Palestina saja yang jadi santapan segar, bahkan pemakaman para syuhada’ pun tidak luput dari penggusuran.

Mereka (Zionis-Israel) selalu menjanjikan perdamaian akan tetapi setiap hari warga Palestina selalu dihantui oleh kekejaman tentara Israel bahkan pembunuha warga tak bersalah. Dimata israel, warga palestina layaknya hewan buruan di hutan yang siap ditembak kapan saja mereka mau. Mereka tidak takut akan hukuman karena kekejaman tersebut memiliki tameng perdamaian.

Inilah yang penulis katakan dengan perdamaian semu, mereka asyik menjajah Palestina dengan alasan yang dibuat-buat untuk dijadikan legalitas penjajahannya. Perdamaian sengaja tidak di-gool-kan sebab jika itu terjadi maka tanah Israel tidak dapat diperluas lagi.

Legitimasi penjajahan

Anehnya, fakta kejahatan yang sudah jelas-jelas terjadi di depan mata internasional justru membungkam masyarakat luas. Seakan-akan kita “dipaksa” untuk melihat penjajahan yang dilegalkan ini.

PBB yang “katanya” melindungi yang tertindas ternyata tidak mampu berbuat apa-apa atas penjajahan yang dilakukan oleh negara kecil itu, entah karena takut atau karena memang disengaja. Amerika yang katanya negara adikuasa yang menjunjung tinggi kebebasan serta perdamaian ternyata malah mengizinkan penjajahan tersebut.

Memang dasarnya mereka satu kawan, satu rumpun sehingga apapun yang diinginkan Israel maka Amerika setuju dengan hal itu. Inikah yang namanya perdamaian?

Akhirnya, sampai tulisan ini selesai pun tidak ada solusi yang tepat untuk kemerdekaan bagi Palestina. Mudah-mudahan semua negara terbuka hati dan matanya sehingga tidak ada lagi pembunuhan yang dilegalkan dimuka bumi ini dan semoga kita tidak menjadi korban wacana perdamaian semu ala Israel tersebut. Khususnya untuk Palestina semoga segara menjadi negara merdeka. Waallahu A’lamu bi as-Showab

Penulis adalah mahasiswa Institut Studi Islam Darussalam ISID Gontor Ponorogo

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bom Meledak, Ba’asyir Lagi-lagi Kena Getah
Tulisan selanjutnya Agar Kaffah, Haruskah Berjamaah?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?