Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Ahlus Sunnah Untuk Keutuhan NKRI [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Februari 2015 11:50 11:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Februari 2015 12:10
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Wildan Hasan

TRADISI ilmiah para cerdik cendekia kita dalam berdiskusi tentu saja sangat baik. Namun salah satu yang patut diperhatikan dalam tradisi baik ini adalah komitmen dalam menetapkan prioritas dan tujuan bersama demi kemaslahatan umat secara keseluruhan. Apa yang dikemukakan sebagaian orang bahwa antara NU dan Wahabi tidak mempunyai titik temu sama sekali, sepertinya perlu ditinjau ulang. Karena pernyataan ini berkonsekuensi salah satu di antara NU atau Wahabi di luar Ahlus Sunnah dan ini bisa bermakna bahwa salah satu dari keduanya bukan golongan yang selamat.

Istilah Wahabi sendiri tidak dipakai bahkan tidak disukai oleh para pengikut dakwah Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Banyak kalangan kurang cermat dalam membaca pernyataan-pernyataan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang bisa jadi telah diselewengkan dan dimaknai lain oleh kalangan yang tidak menyukai dakwahnya.

Tidak cukup ruang di sini untuk meluruskan pandangan-pandangan yang kurang tepat terhadap riwayat hidup Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan sejarah pergerakan dakwahnya.

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Namun bila di antara Ahlus Sunnah mau saling terbuka dan jujur berdiskusi maka sekat-sekat ini akan mudah dihilangkan serta menutup celah para pendengki Ahlus Sunnah untuk memecah belah barisan kaum Muslimin.

Meski sebagian kalangan sering  mengungkap perbedaan-perbedaan antara Ibnu Taimiyah dan Hasyim Asy’ari, namun masalah ini mesti didiskusikan lebih lanjut. Karena bisa jadi hal itu adalah syubhat yang dihembus-hembuskan oleh para pembenci dakwah Islam.

Seperti contoh terkait paham Mujassimah (Meyakini bahwa Allah memiliki jasad seperti makhluk-Nya). Ibnu Taimiyah bahkan sampai dikafirkan oleh kalangan yang tidak menyukai dakwah beliau karena beliau dianggap melegalkan kidah Mujassimah ini. (Lihat Cobaan Para Ulama, Syeikh Syarif Abdul Aziz: 2012). Padahal dalam kitabnya, Al Aqidah Al Wasitiyah, pada pasal Al-Iman bima Washafallahu bihi Nafsahu fi Kitabihi, hlm 8, beliau sama sekali tidak berpaham Mujassimah dan menolak paham tersebut. Terkait penjelasan atas isu penghancuran situs-situs sejarah di Saudi Arabia yang dituduhkan kepada Wahabi serta lain sebagainya, memerlukan silaturahmi dan diskusi yang terbuka serta penuh persaudaraan untuk menjelaskannya secara lebih luas dan mendalam.

Setiap kelompok kaum Muslimin yang meyakini kemurnian dan kebenaran paham Ahlus Sunnah wal Jamaah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam proses pengajaran dan pergerakan dakwahnya. Ada banyak sekali kebaikan ormas-ormas Islam Indonesia yang masih keluarga Ahlus Sunnah, termasuk Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama (NU) bagi umat dan bangsa.

Peran warga Nahdliyyin dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia amatlah besar. Di sisi lain ada banyak pula kebaikan pada gerakan dakwah Salafiyah terutama dalam dakwah pemurnian kidah Islam, di samping kekurangan yang ada pada gerakan ini;  (maaf) kurang santun dalam berdakwah yang tentu saja masih bisa dan harus diperbaiki.

Akhirnya, berkaca kepada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Umat Islam adalah elemen paling penting dan paling berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, dan umat Islam di tanah air ini adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Oleh karena itu sangat penting untuk mengupayakan persatuan dengan saling menghormati dan memahami di antara kelompok-kelompok Ahlus Sunnah di nusantara. Sebab, bila Ahlus Sunnah di nusantara ini tidak bersatu maka akan membahayakan keutuhan NKRI. NKRI dibangun, dipelihara dan dijaga oleh umat Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah, karena Indonesia ada dengan adanya umat Islam.

Maju dan mundurnya bangsa ini sangat bergantung kepada maju mundurnya kaum Muslimin di tanah air. Marilah kita jaga NKRI ini dengan menjaga persatuan di kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan bersama-sama menyelesaikan masalah-masalah internal maupun eksternal umat demi terwujudnya Indonesia yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.*

Penulis Ketua MIUMI Kota Bekasi dan Bidang Penelitian dan Pengkajian MUI

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahlus sunnahAhlus Sunnah Wal Jama’ahNUpersatuanUkhuwahwahabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahlus Sunnah Untuk Keutuhan NKRI [1]
Tulisan selanjutnya Hakim Quebec Tolak Sidangkan Gugatan Muslimah karena Berjilbab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?