Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Berbagi Sepotong Kehidupan di Iraqiscope

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Juni 2008 01:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ahmed meletakkan potongan ayam ke dalam panci dan menuangnya dengan jus buah delima. Saat isi panci mulai mendidih, ia memasukkan segelas pasta wijen.

Selama 20 tahun embargo, Ahmed terbiasa makan Fasanjoon, makanan khas di Najaf, kawasan selatan Bagdad. Di Iraqscope, Ahmed menunjukkan bagaimana cara membuatnya. Memasak juga menjadi menu di situs internet itu.

Seorang pembuat film yang hidup sebagai eksil di Suriah berdiskusi dengan temannya mengenai cara membuat Tabsi. Seorang pria muda memasak sambil berkomunikasi dengan ibunya lewat video di internet. Sang ibu di Iraq berbicara di depan webcam, memberi instruksi pada sang anak yang tak tak tahu tomatnya harus diapakan.

"Warga Iraq sangat bangga dengan dapurnya. Mereka yang tinggal di luar negeri khususnya, di Suriah atau Yordania, mengganggapnya sangat penting, mereka selalu bicara tentang betapa enaknya makanan Iraq. Tapi jarang ada buku resep makanan Iraq, jadi kami putuskan ya kita sediakan saja kategori memasak, dan kita lihat apa yang terjadi", kata Klaas Glenewinkel.

Ia dari organsiasi non pemerintah Media in Cooperation and Transition adalah salah satu penggagas Iraqiscope. Mereka membangun portal video itu dengan dukungan badan PBB untuk pendidikan dan kebudayaan UNESCO, dan Kementrian Luar Negeri Jerman.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Klaus Glenewinkel mengatakan, "Dengan Iraqiscope kami ingin menunjukkan kenyataan di Iraq, yang selama ini tidak diketahui. Tentu saja orang tahu Iraq dari media massa, dari CNN, Al Jazeera, tapi orang tidak mengenal Iraq dari perspektif warga Iraq sendiri."

Dan memasak, termasuk dalam perspektif itu, sama dengan politik, stress, universitas atau saat jatuh cinta pertama kali.

Lima tahun setelah invasi AS dan runtuhnya rejim Saddam Hussein, internet mulai umum dikenal di Iraq. Tapi hampir tak orang yang punya akses internet di rumah. Merekam dengan video kamera secara terang-terangan di jalan, juga bisa mengundang bahaya. Belum lagi jalan menuju kafe internet. Harapan terakhir, semoga hubungan lewat satelit tak ada gangguan.

Meski begitu ada sekitar 200 film di Iraqiscope. Dikirim oleh pembuat film pemula yang mempromosikan karya-karya mereka,  juga banyak orang awam yang dengan telepon genggam merekam teman atau keluarga.

Klaus Glenewinkel mengatakan, "Orang beruntung kalau aliran listrik tidak terputus, karena mungkin perlu waktu 3/4 jam untuk meng-upload sebuah film. Situasinya sangat sulit."

Film lain di Iraqiscope memperlihatkan pesta pernikahan, penjual sayur pojok jalan, remaja yang frustasi, anak muda yang memanfaatkan lapangan parkir yang tak terpakai lagi untuk tempat kumpul dan minum-minum. Mereka tak punya tempat lain.

Film-film di Iraqiscope menunjukkan sebuah masyarakat yang menderita di bawah rejim Saddam Hussein dan invasi Amerika serta masa depan yang tak pasti.

Dulu kami disensor, sekarang kami dibunuh, kata seorang penulis di salah satu film. Dia takut fotonya muncul di koran. Agar tak membahayakan para pembuat film, dan orang-orang yang tampil di film, Iraqiscope menyediakan kategori khusus yang melidungi identitas si pencerita.

Dengan mengenakan topeng kertas atau dibawah bayang-bayang, warga Iraq menuturkan kisah yang biasanya mereka tutup-tutupi. Tentang pemerintah, tentang penyiksaan seksual, dan tentang kurun waktu, 50,60 tahun silam, ketika negeri itu belum dicabik-cabik perang antar kelompok agama.

Perang antar kelompok agama dimulai saat Saddam dijatuhkan, kata pria berusia 73 tahun. Ia berharap, Iraq segera bersatu kembali.

Sementara ini, Iraqiscope bisa merayakan keberhasilan kecil. Seorang sutradara Iraq diundang ke festifal film Arab di Rotterdam, setelah filmnya ditemukan penyelenggara festival di situs internet Iraqiscope. [dwwd/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mufti Lithuania, Estonia, dan Polandia Kunjungi Markas Liga Dunia Islam
Tulisan selanjutnya Sidang Menlu OKI Bahas HAM dan Nuklir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?