Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Mengintip Jejak Langkah Freemason Amerika [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Juli 2009 17:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bulan Juni 2009 lalu, Worshipful Master atau pemimpin, dari cabang Gate City Lodge mendapat keluhan dari dua cabang lainnya, yang pemimpinnya kecewa karena Gate City Lodge telah mengangkat seorang anggota yang bukan berkulit putih sebagai petingginya.

Meskipun aturan gerakan Freemasonri tidak mengatakan bahwa anggota harus berkulit putih –ada banyak orang Hispanik, Asia, dan etnis lainnya mempunyai wakil di cabang di seluruh negara bagian– namun baru-baru ini Grand Master cabang Georgia memutuskan bahwa keluhan tersebut akan didengarkan dalam persidangan internal kelompok kebatinan itu. Hasilnya mungkin akan ada anggota atau cabang yang dikeluarkan dari keanggotaan.

Dalam tanggapannya, cabang Gate City (nama lama kota Atlanta) memasukkan berkas perkara di pengadilan negara bagian meminta agar izinnya tidak dicabut.

Orang “bukan kulit putih” yang kehadirannya telah menyebabkan keributan itu adalah Victor Marshall, seorang laki-laki pemalu berusia  26 tahun, anggota cadangan militer Angkatan Darat AS yang bersemangat mempelajari rahasia katekismus dari perkumpulan kebatinan Freemason selama hampir satu tahun. Marshall yang memiliki pangkat khusus di Angkatan Darat, mengatakan tertarik pada organisasi itu karena semangat sukarelawannya.

“Saya telah tertarik dengan Freemason cukup lama,” katanya dalam sebuah wawancara. “Butuh waktu cukup lama bagi saya untuk mendapatkan tempat dan membangun keberanian untuk mencoba dan bergabung,” ujarnya dikutip The New York Times baru-baru ini.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Marshall mencari tahu sejarah perkumpulan kebatinan kulit hitam, yang merupakan bagian dari organisasi Prince Hall Masonry –yang tidak berkaitan dengan Freemason. Tetapi, ia mengatakan, merasa paling nyaman bergabung dengan Freemason cabang Gate City, sebuah kelompok yang didominasi kulit putih, yang dalam pertemuan-pertemuan pengurusnya memakai tuksedo, sementara anggota biasa memakai jas dan dasi.

Beberapa kegiatan terakhir dari cabang Gate City adalah dialog dengan pemimpin Hindu, pertunjukan musik karya Mozart (komposer itu juga seorang anggota Freemason), dan kunjungan dari seorang korban Aushwitz yang selamat.

Setelah mengajukan permohonan untuk bergabung, peringkat Marshall dalam organisasi Freemason terus menanjak, hingga menjadi Master Mason. Sebutan ini berhak untuk mengunjungi cabang lainnya.

Marshall sebenarnya orang kulit hitam kedua yang menjadi anggota Gate City, kata David Llewellyn, anggota sekaligus pengacara yang mewakili cabang Gate City. Tetapi ia orang pertama yang menarik perhatian, ketika ia dan anggota Freemason dari berbagai negara bagian hadir pada perayaan ulang tahun ke-275 Solomon’s Lodge No. 1 di Savannah. Cabang di Savannah yang didirikan oleh Jenderal James Oglethorpe, dianggap sebagai cabang aktif dan tertua.

“Ada saudara-saudara yang kurang informasi yang terkejut bahwa ada seorang saudara keturunan Afrika-Amerika,” kata Llewellyn. “Beberapa dari mereka sangat kesal.”

Setelah banyak pertanyaan muncul mengenai anggota kulit hitam itu, Grand Master, J. Edward Jennings Jr, mengirim e-mail yang mengatakan bahwa Marshall adalah anggota Freemason yang sah “dan harus diterima sebagaimana mestinya.”

Tetapi Jennings kemudian setuju untuk mengadakan pengadilan internal guna mendengar keluhan terhadap pemimpin Gate City Michael J. Bjelajac. Jennings menolak memberikan komentar, tetapi beberapa anggota mengatakan bahwa dia hanya mengikuti aturan, sementara yang lain berspekulasi bahwa ia ingin agar masalah diselesaikan secara terbuka.

Setelah Atlanta Journal-Constitution menulis tentang konflik itu, keluhan yang diajukan dalam internal organisasi dibatalkan, namun berkas tuntutan hukum di pengadilan negara bagian tetap.

“Yang saya harap dapat dilihat dari masalah ini adalah reaffirmasi nyata prinsip-prinsip kami,” ujar Llewellyn.

Telah Terbagi

Freemasonri secara tradisional bersifat toleran dan merupakan persaudaraan yang beragam, yang melarang diskusi tentang politik, agama, dan topik lain yang mungkin menimbulkan perpecahan, kata Christopher L. Hodapp, yang merupakan anggota derajat-32 dan penulis buku “Freemasons for Dummies.”

Hodapp mengejek keluhan yang diajukan terhadap Gate City dan mengatakan bahwa sebagian cabang telah melanggar asas dan tujuan awal dari Freemasonri.

Pihak yang mengajukan keluhan, Hubert Ethridge Douglas, Worshipful Master cabang Metro Daylight Lodge No. 743 di Chamblee, dan Starling A. Hicks, Worshipful Master Philologia Lodge No 178 di Conyers, keduanya di pinggiran Atlanta, menolak memberikan komentar.

Llewellyn menulis ketika dia menghubungi Etheridge untuk membicarakan berkas perkara. Etheridge berkata, “Pergilah ke neraka, teman,” dan ia pun menutup teleponnya.

Meskipun ada prinsip-prinsip toleransi, Freemasonri di Amerika Serikat secara historis telah terbagi menjadi apa yang disebut perkumpulan kebatinan mainstream (Freemason kulit putih yang banyak dikenal sekarang ini) dan aliran kebatinan tradisional kulit hitam Prince Hall Masons.

Prince Hall Masons baru diakui sekitar tahun 1990, ketika dari Connecticut menyebar ke hampir 10 negara bagian, kata Richard E. Fletcher, Sekretaris Eksekutif dari Masonic Service Association di Silver Spring.

Saling mengakui tidak mengubah struktur kedua organisasi itu, yang masing-masing memiliki cabang besar di setiap negara bagian–tetapi tidak membolehkan anggota cabang saling mengunjungi.

Tahun lalu, seorang pemimpin dari cabang West Virginia telah diusir karena mengajukan usulan untuk melonggarkan aturan-aturan yang mengharuskan pemimpin cabang semuanya orang kulit putih.

Lima atau enam tahun yang lalu, Prince Hall Masons di Georgia mendekati Freemason (kulit putih) menyangkut pengakuan organisasi mereka, kata Ramsey Davis Jr, Grand Master dari Prince Hall Grand Lodge di Riverdale. Tetapi kelompok itu (Freemason kulit putih) tidak tertarik.

“Ada rasisme yang berurat akar dalam kepemimpinan,” katanya. “Saya telah menerima banyak telepon dari Freemason kulit putih yang mengatakan mereka tidak mengerti mengapa hal itu terjadi.”

Marshall menghargai saudara-saudara dalam perkumpulan itu yang berjuang untuk melindungi dia dari peperangan yang buruk.

“Jika hal ini terjadi sebelumnya, hal ini akan mengubah pandangan saya terhadap Freemason,” ujarnya. “Orang-orang itu, mereka tidak berbicara untuk gerakan Freemasonri. Mereka hanya berbicara mewakili diri sendiri.” [di/berbagai sumber/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Sesat, Benarkah Hanya Tuhan yang Tahu?
Tulisan selanjutnya Penjara Disewakan, Hubungi Pengadilan AS!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?