Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Pejabat CIA: Maaf Hollywood Kami Tidak Siksa Tawanan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Januari 2013 10:29 10:29 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Januari 2013 10:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Interogasi berdarah-darah seperti yang digambarkan dalam film Hollywood terbaru tentang perburuan Usamah bin Ladin oleh Amerika Serikat berjudul “Zero Dark Thirty” (ZDT) tidak benar-benar terjadi, kata mantan seorang pejabat intelijen AS CIA yang melakukan interogasi atas para tahanan.

“Yang sebenarnya adalah tidak seorangpun yang berdarah-darah atau dipukuli dalam program interogasi keras yang saya awasi dari tahun 2002 sampai 2007,” kata Jose Rodriguez dalam tulisannya di Washington Post bertitel “Sorry Hollywood. What we did wasn’t torture”, (Maaf Hollywood, yang kami lakukan dulu bukan penyiksaan) yang dikutip AFP (7/1/2013).

Hal itu dikatakan oleh Rodriguez sebagai tanggapan atas adegan dalam film ZDT yang akan tayang di bioskop-bioskop di Amerika mulai 11 Januari mendatang.

Disutradarai oleh pemenang Academy Award Kathryn Bigelow, film itu bercerita tentang perburuan Usamah bin Ladin selama 10 tahun sejak peristiwa 9/11 yang berakhir secara dramatis dengan penyerbuan berdarah bulan Mei 2011 di tempat persembunyian Bin Ladin di Abbottabad, Pakistan.

ZDT dibuka dengan adegan penyiksaan para tahanan, yang akhirnya memberikan informasi penting untuk menemukan Bin Ladin.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, menurut Rodriguez adegan penyiksaan itu sama sekali fiksi, tidak ada dalam kenyataannya.

Rodriguez mengatakan, adegan penyiksaan di mana tahanan dikalungi sabuk anjing di lehernya, dicuri pembuat film dari penyiksaan yang dilakukan tentara AS di penjara Abu Ghraib di Iraq.

“Hal semacam itu tidak pernah dilakukan di ‘tempat-tempat hitam’ CIA,” katanya, seraya menegaskan bahwa interogasi diawasi dengan ketat. Tempat hitam (black sites) adalah sebutan untuk penjara-penjara rahasia CIA di seluruh dunia tempat para tahanan Muslim yang dituduh teroris dari berbagai negara dikurung.

Selanjutnya Rodriguez memberikan penjelasan yang terkesan mengada-ada.

“Untuk menampar dengan tangan terbuka seorang tahanan di wajahnya satu kali saja, para petugas CIA harus mendapatkan wewenang tertulis dari Washington,” katanya.

“Para tahanan diberi kesempatan untuk bekerjasama. Jika mereka tetap menolak dan kami yakin orang itu menyimpan informasi penting, dengan izin dari Washington mereka mungkin akan menerima tehnik [interogasi] yang lebih keras, seperti ditarik kerah bajunya, tidak boleh tidur, atau dalam kasus langka di-waterboarding.”

Menurut Rodriguez, kalaupun mereka menggunakan tehnik penyiksaan waterboarding, maka yang digunakan adalah botol plastik kecil, bukan ember besar seperti dalam film.

Bahkan, kata Rodriguez membela institusinya, waterboarding tidak pernah digunakan lagi setelah tahun 2003.

Padahal kenyataannya, baru awal Januari 2009 setelah Obama disumpah menjadi presiden AS, dikeluarkan keputusan tentang larangan CIA menggunakan teknik interogasi keras yang dipakai sejak peristiwa 9/11 pada masa George W. Bush, termasuk di antaranya waterboarding. Obama juga menandatangani surat perintah penutupan penjara Guantanamo dan mengubah kebijakan kontraterorisme.

Rodriguez membela eksistensi penjara-penjara rahasia CIA di seluruh dunia, dengan alasan keberadaan penjara itu memudahkan CIA bolak-balik menginterogasi tahanan.

Sejumlah anggota parlemen AS terkemuka, bersama pejabat sementara direktur CIA Michael Morell, mengatakan bahwa teknik penyiksaan yang ditunjukkan dalam ZDT terlalu dilebih-lebihkan.

Pada 19 Desember 2012 senator John McCain, Dianne Feinstein dan Carl Levin, meminta Morell untuk memberikan kepada mereka semua data dan informasi yang bisa diberikan kepada para pembuat film.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Surat Cinta untuk Politisi Muslim (1)
Tulisan selanjutnya Dahlan Akhlak IPM Muhammadiyah: Jangan Pesimistis di Tahun 2013

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?