Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Militer AS : Kami Tidak Simpan Rekaman Videonya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 April 2010 11:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Militer Amerika Serikat menyatakan tidak tahu di mana keberadaan salinan video, yang merekam peristiwa penembakan dua orang pegawai Reuters dan beberapa orang lainnya oleh helikopter milik Angkatan Darat AS pada tahun 2007.

Sebagaimana dilaporkan AP (6/4), Kapten Jack Hanzlik, seorang jurubicara Pusat Komando AS mengatakan, pihak militer tidak bisa menemukan di mana tempat file video itu disimpan, setelah ditanya mengenai keaslian rekaman yang beredar di internet.

“Kami tidak memiliki alasan untuk menyimpan video itu di Pusat Komando, tidak pula di markas besar di Iraq,” kata Hanzlik melalui sebuah pernyataan yang dikirim melalui email.

“Kami berupaya untuk mendapatkan video itu dari unit yang melakukan penyelidikan,” tulis Associated Press mengutip pernyataan itu.

Kelompok advokasi yang menuntut transparansi pihak pemerintah mempertanyakan, mengapa pihak militer menyembunyikan rekaman video itu dari publik. Padahal Reuters telah meminta salinannya, dengan menggunakan Freedom of Information Act, setelah mereka menyaksikan rekaman itu pada sebuah pertemuan tertutup dengan pihak miiter di tahun 2007.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam rekaman itu terdengar banyak kata-kata slang yang kasar dari tentara AS. Antara lain “light ‘em up!” (habisi mereka), yang ditujukan kepada sekelompok pria yang mereka sebut “dead bastards”. Terdengar pula suara tertawa “hahaha” usai mereka menembaki sekelompok orang yang sipil tidak bersalah itu.

Sebuah penyelidikan internal oleh militer AS menyimpulkan bahwa prajurit mereka dinilai bertindak pantas, meskipun salah mengenali kamera yang dibawa wartawan Reuters sebagai senjata. Oleh karenanya tidak ada tindakan apapun yang diambil sebagai sanksi bagi prajurit yang terlibat.

Pagi hari tanggal 12 Juli 2007, dua helikopter Apache milik Angkatan Darat AS menembaki hingga tewas 12 orang sipil di sebuah wilayah pemukiman di pinggiran kota Baghdad Baru. Dua orang anak kecil ikut terluka parah dalam peristiwa itu.

Cerita mengenai para korban tidak semuanya diketahui, tapi yang pasti dua di antaranya adalah karyawan Reuters, Saeed Chmagh, 40, yang bekerja sebagai asisten dan pengemudi, serta Namir Noor-Eldeen, 22, wartawan yang diakui sebagai salah satu fotografer terbaik di Iraq.

Dalam laporannya setelah peristiwa tersebut, pihak militer AS menyebut para korban tewas adalah “pasukan anti-Iraq” atau “pemberontak”.

“Tidak diragukan, pasukan koalisi jelas-jelas terlibat pertempuran melawan kekuatan musuh,” kata Letkol Scott Bleichwell, jurubicara pasukan multinasional di Baghdad kala itu.

Padahal dalam rekaman video sama sekali tidak terlihat tanda-tanda gerakan perlawanan dari para korban. Mereka hanya berjalan bersama, menyusuri jalan di sebuah pemukiman penduduk.

Menurut Reuters, rencananya kedua pekerja mereka akan meliput berita tentang olahraga angkat berat. Tapi kemudian, mereka mendengar ada penggerebekan militer di sekitar lokasi, dan memutuskan untuk melihatnya.

Dalam laporan yang dibuat militer, ditunjukkan foto adanya senapan-senapan mesin dan granat di dekat mayat-mayat tersebut. Padahal menurut Reuters, para saksi mata menyebutkan–dan sebagaimana terlihat dalam rekaman video–tidak terdapat tanda-tanda adanya senjata dan perlawanan dari mereka.

Bertahun-tahun rekaman itu dirahasikan militer AS, hingga akhirnya WikiLeaks.org, dalam jumpa pers di National Press Club, Senin (5/4) mengatakan, mendapatkan video itu dari para whistle-blower di militer. Mereka bisa menyaksikan rekaman setelah membongkar kode enkripsinya. WikiLeaks menampilkan dua versi salinan, rekaman lengkap berdurasi 38 menit dan berdurasi 17 menit yang telah diedit.

Menurut The New York Times, seorang pejabat senior militer AS menyatakan, rekaman video itu otentik. [di/ap/nyt/wkl/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taliban Bebaskan Aktivis Yunani
Tulisan selanjutnya Kaum Gay akan Perkarakan Kapolda Jawa Timur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Berita
21 Juli 2026 10:00
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?