Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Menteri Hamas Bebas, 7500 Orang Palestina Masih Dipenjara

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 April 2010 19:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Hamas mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa hari Rabu lalu Israel telah membebaskan Menteri Urusan Tembok Pemisah dan Pemukimannya, Wasfi Kabaha, dari penjara Israel di Negev dan memulangkannya ke rumahnya di Desa Barta’a dekat Jenin di Tepi Barat.

“Saya memberikan sebuah surat penting dari para tahanan di penjara-penjara Israel bahwa persatuan nasional Palestina adalah jalan tersingkat untuk mengenyahkan penjajahan,” kata Kabaha usai pembebasannya.

Menurut Biro Pusat Statistik Palestina, 7.500 orang–termasuk 270 anak di bawah umur 18 tahun–ditahan di 10 penjara dan 3 kamp tahanan Israel di wilayah Tepi Barat. Tiga di antara mereka sudah dipenjara selama lebih dari 30 tahun dan 315 lainnya sudah mendekam dalam kurungan selama lebih dari 15 tahun.

Sekitar 9.000 warga Palestina ditahan setiap tahunnya oleh Israel, baik karena melakukan perlawanan bersenjata atau dianggap tidak patuh.

Usamah, isteri Kabaha mengatakan, “Kebahagiaan hanya akan lengkap jika seluruh orang Palestina yang ada dalam penjara Israel dibebaskan.”

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Kabaha ditangkap pada bulan Mei 2007 dan dikenakan tahanan administratif selama 6 bulan. Israel terus memperbaharui hukumannya sebagai cara agar tetap bisa menahan Kabaha dan pejabat Hamas lainnya, yang digunakan sebagai alat tawar-menawar pembebasan prajurit Israel, Gilad Shalit.

Ketika seseorang ditahan, Israel berusaha mengenakan dakwaan yang bisa memenjarakan mereka selama 7 hingga 10 tahun. Namun dalam praktiknya sulit bagi Israel untuk membuktikan bahwa para tahanan itu terlibat langsung aksi militer Hamas. Oleh karena itu mereka biasanya dikenai dakwaan yang lebih ringan, misalnya menjadi anggota organisasi ilegal Hamas.

Kabaha sudah tujuh kali ditahan oleh tentara Israel selama tahun 1989-2005. Ia menghabiskan waktu hampir 6 tahun dalam penjara Israel yang berbeda-beda.

Menurut Hamas, Kabaha menderita sakit diabetes dan tekanan darah tinggi, tapi otoritas penjara Isarel menolak untuk memberinya perawatan. [di/an/hidayatullah.com]

Dukung kafilah  kemanusiaan Palestina melalui hidayatullah.com atau
kafilah Viva Palestina Indonesia
     

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Skenario Allah di Balik Kegagalanku
Tulisan selanjutnya Istri Sering Ketiduran di Kamar Anak Sepupunya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan

Berita
8 Juni 2026 20:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?