Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Geram, Ribuan Dokumen Perang Afghanistan Bocor

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Juli 2010 17:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari 90.000 dokumen militer Amerika Serikat yang memuat detail-detail rahasia perang Afghanistan dipublikasikan di situs Wikileaks.

Ini adalah kebocoran dokumen rahasia terbesar sepanjang sejarah militer Amerika Serikat. Gedung Putih mengecam pembocoran dokumen ini sebagai perbuatan yang tidak bertanggung jawab.

Dan tiga dokumen utama yang dipublikasikan itu memuat catatan yang berisi pembunuhan warga sipil Afghanistan yang ditutup-tutupi.

Laporan harian The Guardian, Inggris, New York Times dan surat kabar Jerman Der Spiegel mengatakan dokumen-dokumen yang bocor itu mengungkap keprihatinan NATO terhadap Pakistan dan Iran yang dianggap membantu pejuang Taliban di Afghanistan.

Duta besar Pakistan di Washington Hussain Haqqani menegaskan laporan-laporan dalam dokumen-dokumen itu tidak menunjukkan kenyataan di lapangan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Amerika Serikat, Afghanistan dan Pakistan adalah mitra strategis. Kami bekerja sama dalam upaya mengalahkan Al Qaida dan sekutunya Taliban baik secara militer dan politik,” kata Dubes Husain Haqqani.

Intinya, dokumen-dokumen bocor itu memuat:

1. Taliban memiliki akses untuk memperoleh misil pencari panas portabel untuk menembak pesawat-pesawat tempur.

2. Sebuah pasukan khusus Angkatan Darat dan Laut AS terlibat dalam misi untuk menangkap atau membunuh para pimpinan pemberontak.

3. Banyak korban sipil tidak dilaporkan, baik yang merupakan korban bom Taliban atau misi NATO yang salah sasaran.

Wartawan masalah-masalah diplomatik BBC Bridget Kendall mengatakan meski dokumen itu tidak mengungkap laporan-laporan dramatis terbaru.

Namun dokumen-dokumen itu menggambarkan betapa sulit dan buruknya perang Afghanistan dan jumlah korban masyarakat sipil.

Dalam sebuah pernyataan resmi, penasihat keamanan nasional pemerintah AS, Jenderal James Jones mengecap publikasi dokumen-dokumen militer itu.

Jones mengatakan informasi rahasia seperti itu bisa membahayakan tidak hanya untuk nyawa para prajurit Amerika dan sekutunya tapi juga membayakan keamanan nasional AS.

Jones menambahkan dokumen-dokumen tersebut berasal dari tahun antara 2004-2009, sebelulm Presiden Barack Obama menyampaikan strategi baru perang Afghanistan yang diikuti penambahan personil militer di negeri itu.

Sementara itu, seorang pejabat tinggi AS mengatakan situs Wikileaks, yang mengkhususkan diri mempublikasikan materi-materi rahasia yang diperoleh dari para peniup peluit (whistleblower), bukanlah konsumsi pemberitaan.

Pejabat itu bahkan menyebut Wikileaks sebagai sebuah organisasi yang menentang kebijakan pemerintah AS di Afghanistan.

Situs Wikileaks mempublikasikan serangkaian dokumen dengan judul Buku harian Perang Afghanistan. Wikileaks mengatakan telah menunda publikasi sekitar 15.000 laporan dari arsip itu sebagai bagian dari proses mengurangi kerusakan yang diminta oleh beberapa ‘sumber’.

Sedangkan The Guardian dan New York Times, yang mempublikasikan laporan Wikileaks itu, mengatakan tidak pernah berhubungan langsung dengan sumber pembocor dokumen itu. Namun, kedua surat kabar itu menghabiskan waktu beberapa pekan untuk melakukan konfirmasi soal kebenaran informasi itu.

Publikasi ribuan dokumen itu muncul ketika NATO tengah melakukan investigasi tewasnya 45 orang warga sipil Afghanistan akibat serangan udara NATO di Provinsi Helmand, Jumat pekan lalu.

Meski dalam ivestigasi awalnya NATO tidak menemukan bukti adanya kesalahan misi, namun seorang wartawan BBC yang sempat mewawancarai beberapa orang penduduk desa Regey menemukan pengakuan bahwa banyak warga yang menyaksikan insiden itu.

Mereka mengatakan serangan itu dilancarkan siang hari saat puluhan orang berlindung dari sengitnya pertempuran di desa tetangga, Joshani.

Juru bicara NATO Letkol Chris Hughes mengatakan pasukan multi nasional sudah melakukan kerja luar biasa untuk mencegah korban warga sipil.

“Pasukan Keamanan Internasional sangat mengutamakan keamanan warga sipil Afghanistan,” kata Letkol Hughes dalam pernyataannya.[bbc/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wahdah Selenggarakan Acara Puncak Semarak Al-Quran
Tulisan selanjutnya Media Harus Antar Masyarakat Jadi Knowledge Society

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?