Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Apa Iya Sekolah Bisnis di Harvard Bermutu?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Juli 2010 14:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menghabiskan uang sebanyak USD250.000 untuk sebuah gelar sarjana dari universitas-universitas Amerika yang terkenal di dunia seperti Harvard dan Yale hanya buang-buang uang, demikian tulis sebuah buku.

“(Mahasiswa) tingkat sarjana diabaikan,” kata Andrew Hacker, yang menulis buku “Higher Education? How Colleges Are Wasting Our Money And Failing Our Kids – And What We Can Do About It” bersama dengan Claudia Dreifus.

“Pendidikan tinggi telah menjadi cagar bagi para profesor … yang telah benar-benar kehilangan kontak dengan tujuan utama pendidikan tinggi, yaitu pendidikan bagi para mahasiswa,” katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

Hacker dan Dreifus yang mengkritisi banyak universitas di Amerika Serikat, mencatat bahwa biaya untuk meraih gelar sarjana naik dua kali lipat dibanding satu generasi sebelumnya. Tapi kualitas pendidikannya tidak serta-merta naik dua kali lipat, karena sebagian besar perguruan tinggi telah kehilangan fokusnya.

Banyak profesor di Ivy League yang tidak mengajar mahasiswa sama sekali. Dan di banyak perguruan tinggi, urusan mengajar seringkali diserahkan kepada dosen tambahan yang dibayar rendah, demikian kata Hacker.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Ivy League adalah kumpulan delapan universitas di Amerika Serikat yang dianggap paling unggul dan elit secara akademis. Terdiri dari Universitas Brown, Columbia, Cornell, Dartmouth, Harvard, Pennsylvania, Princeton dan Yale. Semuanya adalah universitas swasta, kecuali Cornell yang setengah swasta.

Menurut Hacker, banyak pendidikan tingkat sarjana yang sifatnya kejuruan, mulai dari manajemen resor hingga fashion merchandising. Dan uang dalam jumlah yang sangat besar telah dihabiskan hanya untuk membangun fasilitas ruang makan dan asrama yang mewah serta gedung olahraga yang artistik. Oleh karena jumlah staf administrasi juga meningkat, maka sudah umum jika pemimpin perguruan tinggi digaji 1 juta dollar per tahun.

“Pendidikan kejuruan tingkat sarjana adalah, saya tidak ingin menyebutnya sebagai sebuah penipuan, tapi hampir seperti itu,” ujar Hacker.

“Sekolah bisnis tingkat sarjana … hanyalah merupakan sebuah sandiwara. (Di mana) orang berusia 19 tahun berperan seakan-akan mereka adalah pemimpin eksekutif dari General Electric. Itu (hanyalah) pemborosan uang dan waktu,” tandasnya.

Sarjana Unggas dan Keramik

Termasuk kejuruan yang dianggap tidak perlu dalam buku yang akan terbit 3 Agustus mendatang itu, adalah jurusan hortikultura hias, ilmu perunggasan dan teknik keramik.

“Seluruh pendidikan tingkat sarjana seharusnya merupakan sebuah pendidikan yang bebas, di mana Anda berpikir bagaimana menggali ide dan memikirkan masalah-masalah tentang kemanusiaan,” tegas Hacker. “Setelah itu, lanjutkan pendidikan ke sekolah hukum atau belajar kedokteran gigi, (terserah) Anda punya banyak waktu.”

Hacker berpendapat, tingginya iuran pendidikan hanya berkaitan sedikit dengan pengajaran.

“Biayanya menjadi tinggi, karena baik pihak universitas maupun pengelolanya menghamburkan uang seperti pelaut mabuk,” kata Hacker, seraya mengingatkan bahwa lulusan Ivy League seringkali hanya memiliki karir yang biasa-biasa saja.

Di samping menceritakan pengalaman mereka sebagai dosen di New York; Hacker di Queens College dan Dreifus di Universitas Columbia, pasangan itu juga berkeliling ke seluruh penjuru Amerika untuk mencari perguruan tinggi terbaik dan terburuk.

Mereka mendaftar 10 perguruan tinggi yang menurutnya baik, dilihat dari pengajarannya, di mana mahasiswa mendapatkan kuliah yang sepadan dengan uang sekolah yang dibayarkannya. Daftar itu tidak memasukkan satu pun nama universitas anggota Ivy League.

Dreifus dan Hacker merekomendasikan Universitas Negeri Arizona karena semangat mengajarnya serta Berea College di Kentucky karena bebas biaya pendidikan dan perbandingan 1:10 untuk komposisi fakultas-siswa.

Keduanya menghargai Universitas Notre Dame karena peduli dengan kesejahteraan umum dan Massachusetts Institute of Technology karena memperlakukan dosen paruh waktu dengan baik.

Buku tersebut menyarankan agar perguruan tinggi fokus pada masalah pendidikan dan melucuti program-program olahraga, memangkas biaya administrasi yang membengkak, dan lebih memperhatikan manfaat dari fasilitas penelitian dan kesehatan.

Para penulis menyatakan, masa jabatan harus dihapuskan, cuti panjang diperpendek dan perhatian harus dicurahkan agar mahasiswa lebih terlibat secara intelektual dalam proses belajar-mengajar.

Tragedi juga terjadi di universitas-universitas AS, di mana banyak mahasiswa yang memiliki pinjaman pendidikan hingga enam digit. Padahal kemampuan mereka untuk melunasinya tidak ada.

“Hal ini tidak hanya unik bagi Amerika Serikat, tapi juga merupakan sesuatu yang baru. Sepuluh tahun lalu tidak ada mahasiswa yang mengambil pinjaman semacam ini,” cerita Hacker. Ia memperkirakan, tingkat gagal bayar pinjaman di kalangan mahasiswa akan tinggi di tahun-tahun mendatang.

Untuk mengurangi biaya, buku itu menyarankan agar orang Amerika mempertimbangkan untuk mendaftar di perguruan tinggi yang lokasinya tidak jauh dari rumah mereka. Daripada mengeluarkan biaya tambahan sekitar USD30.000 per tahun jika bersekolah di negara bagian lain.[di/rtr/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Survei: Mayoritas Warga Pakistan Benci Amerika, Dukung Taliban
Tulisan selanjutnya Skandal dan Kriminal Paus Borgia [3]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?