Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Kurangi Kemurkaan Allah dengan Cegah Maksiat di Sekitar Kita!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 November 2012 07:24 7:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 November 2012 07:24
Bagikan
Bagikan

BEBERAPA waktu lalu, seorang tokoh pegiat paham liberal berkicau di Twitter dengan mengatakan, “Kalau betul kaum Luth dihujani batu karena lesbianisme, kenapa Tuhan tidak melakukan hal yang sama sekarang pada mereka? Kok mereka aman-aman saja?” Sebagian orang kaget dengan komentar ini, namun sebenarnya kita tidak perlu terkejut, sebab Al-Qur’an telah merekam komentar-komentar senada yang dilontarkan oleh kaum terdahulu. Bedanya, yang ini dicetuskan oleh sosok yang bersikeras mengaku Muslim, sedangkan Al-Qur’an merekam komentar kaum yang jelas-jelas kafir. Kita hanya mencatat, betapa serupanya mereka!

Kesamaan perilaku dan gagasan ini membuat kita semakin yakin terhadap jatidiri kaum mereka ini sesungguhnya. Mari kita lihat sebagian contoh yang diabadikan Al-Qur’an, agar menjadi nasehat bagi kita semua.

Al-Qur’an berulangkali menyitir tantangan kaum kafir kepada para Nabi dan Rasul yang diutus untuk memperingatkan mereka. Ketika ayat-ayat Allah dibacakan dan ancaman-Nya diumumkan, dengan penuh kesombongan mereka menantang agar segera didatangkan azab-Nya di dunia ini: “Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya. Mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Jahannam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir. Pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka, dan Allah berkata (kepada mereka): “Rasakanlah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan.” (QS:al-Ankabut: 53-55).

Kaum kafir menyangka bahwa ditundanya azab menandakan ancaman tersebut hanya gertak sambal. Lihatlah, betapa serupanya anggapan tokoh Liberal diatas dengan mereka! Namun, Allah menjelaskan mengapa menunda azab-Nya:

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَى ظَهْرِهَا مِن دَابَّةٍ وَلَكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيراً

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

“Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan perbuatannya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan diatas permukaan bumi suatu mahluk yang melata pun! Akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu tertentu. Lalu, apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.” (QS:Fathir: 45).

Terkait ayat ini, Syeikh Izzat Darwazah menyatakan dalam at-Tafsir al-Hadits, “Sesungguhnya, kebijaksanaan Allah hendak menguji umat manusia dan memberi mereka kesempatan-kesempatan untuk memilih jalan hidup serta amal perbuatan … Allah tidak tergesa-gesa untuk menjatuhkan hukuman, agar penundaan itu bisa menjadi kesempatan bagi mereka untuk menjadi baik dan memperbaiki diri.” Oleh karenanya pula, Allah mengirim para Nabi dan Rasul, menurunkan kitab-kitab, dan menegur manusia dengan berbagai cara. Semoga saja mereka bertaubat dan kembali ke jalan yang benar.

Celakanya, kasih sayang dan kelembutan Allah justru dipersepsi sebagai main-main belaka. Padahal, ada dikatakan:

أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُواْ السَّيِّئَاتِ أَن يَخْسِفَ اللّهُ بِهِمُ الأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَشْعُرُونَ
أَوْ يَأْخُذَهُمْ فِي تَقَلُّبِهِمْ فَمَا هُم بِمُعْجِزِينَ
أَوْ يَأْخُذَهُمْ عَلَى تَخَوُّفٍ فَإِنَّ رَبَّكُمْ لَرؤُوفٌ رَّحِيمٌ

“Jika engkau melihat singa menampakkan gigi-giginya, jangan menyangkanya sedang tersenyum!” Bukankah sunnatullah takkan berubah terhadap musuh-musuh Allah? Teramat banyak negeri yang durhaka telah dimusnahkan dengan berbagai cara, sedangkan segala kedigdayaan mereka lumpuh di hadapan-Nya.” (QS: an-Nahl: 45-47).

Banyak orang berpikir bahwa bangsa-bangsa kuno itu punah karena bencana alam, sementara kita hidup di zaman modern yang serba canggih, sehingga segala sesuatu bisa diprediksi dan dipersiapkan. Hanya saja, mereka lupa bahwa alam ini memiliki Tuhan yang memerintahnya, sedangkan alam tidak pernah membantah Tuhannya sedikit pun (QS:Fusshilat: 11). Bukankah tidak ada meteor yang jatuh, angin yang menderu, gelombang samudera yang melanda, bahkan tidak selembar daun pun yang rontok kecuali atas izin-Nya? (Qs. al-An’am: 38 dan 59). Jika Dia menghendaki, gunung yang mati pun tiba-tiba menjadi ‘hidup’ dan ‘batuk-batuk’.
Sungguh, sunnatullah takkan berubah. Namun, mengapa mereka tetap menolak dan berkepala batu? Inilah penyebabnya:

اسْتِكْبَاراً فِي الْأَرْضِ وَمَكْرَ السَّيِّئِ وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ الْأَوَّلِينَ فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْدِيلاً وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْوِيل

“Karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.” (QS. Fathir: 43).

Semua perilaku mereka yang menyedihkan itu bersumber dari kesombongan dan niat-niat jahat. Kicauan para penggagas paham liberal di muka sebenarnya sama dengan pelecehan kaum kafir di masa lampau.

Ia menyangka bahwa masih amannya para pelaku lesbi dan homo menunjukkan tidak berlakunya ancaman Allah, atau – dengan kata lain – homoseksual dan lesbianisme merupakan sesuatu yang sah-sah saja. Na’udzu billah. Bukankah Allah telah menjadikan kaum Tsamud sebagai contoh? Ketika mereka mendustakan utusan Allah dan melecehkan peringatan-Nya, Allah pun meratakan negeri mereka dengan tanah, dan Dia tidak takut terhadap akibat dari tindakan-Nya itu (QS: asy-Syams: 11-15).

Sebenarnya orang itu dan para pengikutnya hanya menunggu berlakunya sunnatullah. Dan, ketika hal itu terjadi, pastilah sangat tiba-tiba. Ketika itulah mereka akan terdiam berputus asa (QS: al-An’am: 44 dan al-Mu’minun: 75-77).

Hanya saja, karena mereka ada di tengah-tengah kita, maka kita tidak boleh tinggal diam. Cegah maksiat, tegakkan nahi munkar, jangan sampai kita semua diam dan dimasukkan Allah Subhanahu Wata’ala ikut ‘jadi bagian mereka’, sebab, jika Allah murka dan tiba-tiba mengazab mereka, kita pun terkena imbasnya (Qs. al-Anfal: 25). Na’udzu billah. Wallahu a’lam.*/Alimin Mukhtar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serangan Zionis Sebabkan 64 Masjid Rusak, 3 Hancur!
Tulisan selanjutnya JAT: Penutupan PP Akhfiya dan Pengeroyokan Ustad Mirip Isu Santet 1998

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?