Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Undang Sopir Taksi Muslim, Walikota NY Coba Redam Ketegangan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Agustus 2010 18:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Walikota New York Michael Bloomberg berusaha meredam ketegangan perdebatan masalah masjid Ground Zero dengan mengundang secara resmi sopir taksi muslim yang baru-baru ini menjadi korban kejahatan penumpangnya.

Pengemudi asal Bangladesh Ahmed H. Sharif mengatakan bahwa masalah masjid Ground Zero tidak menjadi bahan pembicaraan antara dia dengan penumpang taksi yang tiba-tiba menggorok leher dan melukai wajahnya dengan pisau lipat.

Sharif tiba-tiba dilukai dengan pisau oleh seorang pemuda berusia 21 tahun, setelah penumpang yang masih mahasiswa itu mengetahui bahwa dirinya seorang muslim.

“Tentu sebabnya karena agama saya. Dia menyerang setelah tahu bahwa saya seorang muslim,” ujar Sharif dalam jumpa pers di aula kota New York (27/8).

Bloomberg yang mencoba meredam ketegangan di tengah kontroversi masjid Ground Zero mengatakan, “Hal ini seharusnya tidak terjadi, dan diharapkan tidak akan terjadi lagi.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Semoga, orang-orang akan mengerti bahwa kita bisa membicarakannya. Itulah yang diamanatkan Amandemen Pertama. Itulah Amerika,” ujarnya sebagaimana dikutip AP, Kamis (27/8/2010).

Michael Enright asal Brewster, New York, ditahan polisi tanpa uang jaminan dengan tuduhan percobaan pembunuhan, kejahatan dengan alasan kebencian serta kepemilikan senjata.

Pada Selasa malam (24/8), Enright menumpang taksi Sharif. Awalnya pembicaraan mereka menyenangkan, namun berubah menjadi tegang setelah mahasiswa  School of Visual Arts dan pernah ke Afghanistan itu mulai mengolok-olok bulan Ramadhan. Mengetahui sopir taksinya adalah seorang muslim, ia tiba-tiba membentak sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum” dan berkata, “Anggap ini sebuah pos pemeriksaan” lalu melukai leher, wajah dan tangan Sharif.

Enright pernah dikirim oleh Intersection, sebuah kelompok yang mengusung toleransi antaragama, ke Afghanistan pada bulan April lalu untuk membuat rekaman video, terkait tugasnya sebagai mahasiswa seni visual. Ketika di Afghanistan, pemuda kulit putih itu diikutkan pada pasukan Amerika Serikat.

Menurut Direktur Intersections Robert Case, sepulangnya dari Afghanistan pemuda itu tidak menunjukkan gejala yang aneh. Tapi Case mengatakan, “Kami tahu dia menyaksikan beberapa peristiwa yang menyeramkan di sana.”

“Meskipun kami pastikan dia melalui pengalaman yang berat, tapi dia adalah Mike yang sama seperti yang kami kenal,” katanya seraya menambahkan bahwa Enright adalah pemuda profesional, ramah dan rajin.

Polisi yang menyelidiki kasusnya mengatakan, dalam dua buah laptop milik Enright terdapat detil cerita pengalamannya selama di Afghanistan. Tapi, isinya tidak ada yang berbau anti-Islam. Selain menemukan jurnal, polisi juga menemukan sebuah botol minuman keras yang kosong.

Komisaris Polisi Raymond Kelly menjelaskan, kepada polisi Enright mengaku minum-minuman keras sejak pukul 2 siang pada hari Selasa, sebelum kemudian ditangkap pada pukul 6. Enright juga menuding polisi melakukan pelanggaran atas hak-hak konstitusionalnya, yang salah mengira bahwa dirinya seorang Yahudi.

Masih menurut Kelly, polisi menganggap kasus Enright adalah kasus yang berdiri sendiri dan tidak menunjukkan adanya tren peningkatan kejahatan anti-Muslim.

Ahmed Sharif memuji New York sebagai kota di mana semua orang dari warna, ras, dan agama berbeda bisa hidup berdampingan. Namun setelah serangan yang dialaminya, Sharif merasa tidak aman dan sendirian. Pertemuan dengan Bloomberg katanya, sedikit membantu dirinya mengatasi hal itu. [di/ap/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Karzai: Fokus Perangi Taliban di Luar Afghanistan
Tulisan selanjutnya Palestina Akan Melawan Israel di Wikipedia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?