Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inilah Jaringan Anti-Islam Internasional Geert Wilders

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 September 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Jika Anda mengira kelompok anti-Islam berdiri sendiri di setiap negara di dunia ini, maka kemungkinan besar Anda keliru.
Geert Wilders bisa berpidato di hadapan orang-orang yang sepaham dengannya dalam peringatan 9/11 di New York kemarin bukan tanpa biaya dan persiapan. Dia membutuhkan dukungan dari luar negeri dan uang guna mendanai perjalanannya dan kampaye perang melawan Islam. Wilders juga harus mempersiapkan dana untuk membayar para pengacara yang akan membelanya menghadapi tuntutan hukum di Belanda.
Sebagaimana dilansir Radio Netherland (10/9/2010), politisi Belanda yang anti-Islam, Geert Wilders, telah membentuk International Freedom Alliance (IFA) yang memiliki tujuan “berjuang untuk kebebasan dan melawan Islam”. 
Berikut adalah sebagian dari orang-orang yang masuk dalam jaringan internasional Wilders.
Koneksi AmerikaSalah satu yang menjadi sekutu Wlders di AS sudah pasti adalah Pamela Geller, wanita aktivis politik yang menumpahkan seluruh kebenciannya atas Islam di dalam blognya. Geller menjadi terkenal dengan kampanyenya menentang pembangunan pusat Islam di dekat Ground Zero. Geller sangat mendukung Wilders, sampai-sampai mengundangnya secara khusus datang ke AS dalam peringatan 9/11 baru-baru ini.
Pakar teologi Robert Spencer bersama Pamela Geller mendirikan organisasi Stop Islamisation. Spencer sering diundang berbicara di televisi terkemuka AS yang juga dikenal anti-Islam, FoxNews. Spencer disebut-sebut memiliki pengaruh atas Wilders, yang menjadikannya saksi dalam sidang pengadilan dengan tuduhan menyulut kebencian di Belanda.
Orang kaya di AS, David Horowitz, menggambarkan Wilders sebagai tokoh penting dalam perang melawan Islam. Para tokoh sayap kanan yang berpengaruh, termasuk Wilders, pernah berbicara di lembaga miliknya David Horowitz Freedom Centre. Horowitz bahkan mengumpulkan jutaan dolar untuk kampanye anti-Islam yang dijalankannya.
Koneksi IsraelGeert Wilders memiliki hubungan kuat dengan tokoh-tokoh garis keras di Israel. Ketika masih duduk di sekolah dasar, Wilders pernah bekerja di sebuah kibbutz (pemukiman warga Yahudi) di wilayah Tepi Barat. Dia memandang Israel sebagai “penyangga yang menahan gerakan jihad”.
Arieh Eldad, adalah salah satu pendukung Wilders yang paling penting. Mantan jenderal ini memimpin sebuah partai ekstrim kanan bernama Hatikva. Eldad dan Wilders sama-sama melihat konflik Palestina-Israel sebagai bagian dari perang melawan Islam. Wilders pernah mengatakan bahwa dirinya bangga bisa menjadi teman dari politisi Israel yang satu ini.
Menteri luar negeri Israel yang sedang berkuasa, Avigdor Lieberman, juga merupakan salah satu teman dekat Wilders. Lieberman sering mengeluarkan komentar-komentar yang jelas menantang umat Islam, termasuk di antaranya menyarankan agar bom nuklir dijatuhkan di Gaza.
Baik Eldad maupun Lieberman, sama-sama menentang berdirinya negara Palestina dan gigih mengatakan bahwa Islam merupakan sebuah bahaya besar. Partai politik keduanya mendapat dukungan dari banyak pemukim Yahudi.
Koneksi EropaWilders tidak hanya berdiam diri di wilayah Eropa. Ia menularkan pesan kebencian dan ketakutan atas Islam di negara-negara Uni Eropa bersama dengan sekutunya.
Wilders berkawan baik dengan Pia Kjaersgaard dari Partai Rakyat Denmark. Mereka memiliki visi dan misi yang sama, yaitu melawan penyebaran Islam, mendukung kebijakan imigrasi dan integrasi yang keras, serta menentang masuknya Turki sebagai anggota dari Uni Eropa.
Wilders juga memiliki kontak dengan kelompok sayap kanan yang anti-Eropa, United Kingdom Independence Party (UKIP). Bulan Februari 2009 Lord Pearson dari UKIP, mengundang Wilders untuk memutar film Fitna di Majelis Tinggi parlemen Inggris.
Politisi Jerman René Stadkewitz, juga merupakan sekutu Wilders. Dukungannya atas Widers membuat dirinya didepak dari CDU, Partai Kristen Demokrat. Stadkewitz sedang mendirikan partai anti-Islam, yang diyakini memiliki hubungan dekat dengan rekannya di Belanda.
Anggota dewan direksi Bundesbank Thilo Sarrazin yang baru saja dipecat, belakangan juga disebut-sebut sebagai “kembaran” Wilders dari negeri Bavaria.
Meskipun sama-sama rasis, namun menurut Radio Netherland, jaringan internasional Wilders ini tidak sama dengan partai kelompok ekstrim kanan yang anti-Semit atau anti-Yahudi. Philip Dewinter dari Belgia dan Vlams Belang dari Finlandia bukan bagian dari jaringan anti-Islam internasional Wilders.[di/rnw/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama Bogor Imbau Perobekan al-Quran Disikapi Doa
Tulisan selanjutnya Israel Tembak Mati 3 Orang di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pemkot Bukittinggi Gandeng HDM Persempit Ruang Gerak LGBT dan Berantas Narkoba

Berita
3 Juli 2026 20:59
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza

Terbaru

  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
  • Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji
  • Pemkot Bukittinggi Gandeng HDM Persempit Ruang Gerak LGBT dan Berantas Narkoba
  • UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
  • MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?