Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gereja Belgia Kukuh Bungkam Soal Skandal Seks

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 September 2010 18:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Gereja Katolik-Roma Belgia masih belum memberikan kejelasan mengenai sejumlah besar skandal pelecehan anak-anak. Sebagaimana dilaporkan Radio Netherland (14/9), Senin lalu Uskup Agung Mechelen, Léonard van Mechelen, mengadakan jumpa pers yang dihadiri seluruh media Belgia. Para wartawan mengharapkan keterbukaan gereja dalam kasus ini dan juga kejelasan. Namun gereja tetap bungkam.
“Lagi-lagi tidak ada hasil satu pun,” keluh seorang wartawan Vlandria. “Mereka terus bertahan.”
“Bukan main,” kata rekan wartawan dari Walonia. Baik pers maupun publik Belgia sangat heran dengan tabir yang sampai sekarang menyelimuti gereja Katolik.
Bahkan tayangan televisi ketika Uskup Léonard dilontari berbagai pertanyaan kritis usai jumpa pers, tidak menjawab pertanyaan para pemirsa. “Memang dia mengatakan sesuatu?” tanya mereka. Satu-satunya janji dari pihak gereja adalah akan dibangun pusat untuk “pengakuan, penyembuhan, pemulihan dan rekonsiliasi.” Namun masih belum jelas, di mana, kapan dan siapa yang akan memimpinnya.
Profesor Peter Nissen, guru besar sejarah budaya reliji di Universitas Radboud, Nijmegen,  tidak heran dengan ketidakjelasan gereja Katolik Belgia.
“Gereja, apalagi gereja Belgia, di mana gereja Katolik Roma memiliki posisi penguasa di bidang filsafat, sudah terbiasa menentukan undang-undangnya sendiri. Menentukan aturan main sendiri, juga soal cara komunikasi dengan lingkungan di sekitar. Dan jika kini terungkap hal-hal yang merugikan citra gereja, sulit bagi mereka untuk menanganinya.”
Apa yang diharapkan media Belgia dari konferensi pers Senin kemarin adalah, pimpinan gereja menyerahkan seluruh penyelidikan kepada pihak kehakiman. Penyerahan ke tangan penegak hukum memang bisa memberikan kejelasan dan bahkan bisa mengurangi kemarahan rakyat negara itu.
Nissen berpendapat, pihak gereja tidak bisa lagi mengingkari hal tersebut. Menurutnya sampai saat ini kekecewaan rakyat Belgia terhadap gereja begitu besar, sehingga penyerahan penyelidikan kepada pihak berwajib tidak dapat dihindari lagi. Jadi boleh dibilang ini sama dengan ‘damage control’ atau ‘untuk mengontrol dampak negatif.’
Pihak korban pelecehan di Belgia sudah berulangkali meminta agar kasus dibawa ke pihak berwajib, sekalipun sudah kadaluarsa, karena mereka menginginkan keterbukaan pihak gereja.
Menurut Nissen, langkah persatuan gereja Belgia dengan mendirikan ‘Pusat Pengakuan’ bisa disamakan dengan cara untuk mengobati luka.
“Sebenarnya tidak sejauh itu. Mereka menjanjikan sesuatu di masa depan, yang mana pihak gereja sendiri tidak tahu apa tugas-tugas lembaga tersebut. Untuk sementara ia berfungsi sebagai pusat informasi. Ya memang kedengarannya tidak jelas dan tidak tegas, juga penjelasan tentang hal ini. Sementara para korban mengatakan ‘satu hal penting adalah keadilan’.”
Nissen berpendapat sebetulnya pendirian pusat informasi itu adalah tamparan bagi para korban.
Yang menjadi pertanyaan apakah gereja Belgia bisa keluar dari krisis ini dengan selamat. Peter Nissen berpendapat krisis ini berbeda dari masalah-masalah yang dihadapi gereja Belgia sampai sekarang. Selama ini ancaman datang dari luar tubuh gereja; revolusi Prancis, Zaman Penerangan dan industrialisasi. Ancaman selalu datang dari luar.
“Krisis sekarang ini datang dari dalam tubuh gereja sendiri. Krisis itu sangat merusak kepercayaan terhadap gereja. Kemungkinan besar kepercayaan itu makin berkurang, sehingga gereja merosot menjadi suatu ikatan relijius rakyat minoritas.”
Namun menurut Nissen, satu hal sudah pasti. Harus ada keterbukaan, saat ini juga. Lagi-lagi membentuk komisi gereja yang menyelidiki sendiri gereja, hanya akan menimbulkan tawa mengejek, kata guru besar itu.[rnw/hidayatullah.com] 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Serang Gaza Tengah
Tulisan selanjutnya PBNU Minta Hentikan Dramatisasi Kasus HKBP

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?