Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Erdogan: Turki Menolak Gabung Kwartet Anti ISIS Bersama Rusia, karena Ada Assad

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Desember 2015 09:38 9:38 am
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Desember 2015 09:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa dia menolak bergabung dengan kwartet yang terdiri dari Suriah, Iran, Iraq dan Rusia untuk memerangi kelompok ISIS, karena adanya Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

“Suriah, Iran, Iraq dan Rusia membentuk sebuah aliansi kwartet di Baghdad dan meminta Turki untuk bergabung. Namun, saya katakan kepada Presiden Putin bahwa saya tidak dapat duduk bersama dengan seorang presiden yang legitimasinya diragukan,” kata Erdogan dalam wawancara dengan media Arab Saudi Al-Arabiya pada hari Sabtu (26/12/2015), sehari sebelum kunjungannya ke Kerajaan Arab Saudi.

Erdogan mengatakan tawaran untuk bergabung dengan aliansi kwartet itu datang sebelum hubungan Turki dengan Rusia pecah akibat penembakan jatuh pesawat Su-24 milik Rusia pada 24 November lalu, karena melanggar batas teritorinya.

Dilansir Hurriyet (27/12/2015), mengomentari perihal krisis dengan Iraq, Erdogan mengatakan bahwa pasukan Turki saat ini sedang melatih orang-orang Iraq di Kamp Bashiqa dekat kota Mosul yang diduduki oleh ISIS, dan mereka didatangkan ke sana atas permintaan dan sepengetahuan otoritas Turki.

“Hubungan Iraq-Turki baik. Kami membicarakan perkembangan di Iraq saat [Perdana Menteri Iraq] Haider Al-Abadi berkunjung ke Turki,” kata Erdogan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ketika ISIL memasuki Iraq, orang-orang Iraq meminta bantuan kami dan kami mengatakan kepada mereka bahwa kami siap. Kami minta mereka menyediakan tempat yang memadai untuk mendirikan pangkalan kami dan mereka melakukannya. Itu semua dimulai pada akhir tahun lalu, dan pada bulan Maret, kami dialokasikan daerah Bashiqa,” papar Erdogan. “Menteri Pertahanan Iraq mengunjungi kamp pelatihan itu, tetapi rupanya perkembangan di Suriah telah mempengaruhi situasi di Iraq.”

Dalam wawancara itu Erdogan juga meminta agar negara-negara di Timur Tengah berkumpul bersama untuk mengatasi makar sektarian yang memecah belah kawasan mereka. Erdogan mengatakan ada sejumlah “ketidaksepakatan” antara Turki dan Iran terkait isu-isu regional.

“Ada ketidaksepakatan antara Turki dan Iran, tetapi saya tidak ingin perbedaan-perbedaan ini memperngaruhi hubungan bertetangga yang baik … sektarian seharusnya tidak menjadikan kita musuh; Islam harus menjadi rujukan kita,” kata Erdogan.

“Ada maksud-maksud di dunia ini yang ingin memecah belah kita dan kita perlu menggabungkan usaha-usaha kita bersama. Lihat apa yang terjadi di Iraq, Suriah, Palestina dan Libya … kita harus mengatasi masalah-masalah ini dan jika berhasil melakukannya, dunia Islam akan lebih kuat,” imbuh kepala negara Turki itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belanja Saat Diskon: Jadi Boros atau Hemat?
Tulisan selanjutnya Lima Fase Hidup Nabi yang Perlu Kita Teladani [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Berita
20 Juli 2026 12:51
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?