Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Manning ke WikiLeaks karena Media Mainstream Tak Menanggapi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Maret 2013 15:15 3:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Maret 2013 15:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dalam sidang hari pertamanya pada akhir Februari kemarin di pengadilan militer di Fort Meade, Maryland, prajurit Amerika Serikat pembocor ratusan ribu dokumen rahasia Paman Sam, Bradley Manning, mengaku bahwa dirinya sempat menawarkan dokumen-dokumen itu kepada media arus utama, sebelum akhirnya ditampung oleh WikiLeaks.

Manning dituduh melakukan pembocoran dokumen rahasia terbesar sepanjang sejarah berdirinya negara Amerika Serikat. Dalam 35 halaman pengakuannya, Manning menulis bagaimana dia mengunduh informasi rahasia itu lalu memindahkannya ke tangan situs anti-rahasia, WikiLeaks.

Manning mengaku ingin bocoran dokumen itu dimuat di media-media araus utama seperti Washington Post, New York Times dan Politico. Tapi setelah dia gagal menembus semuanya dia merasa frustasi, lalu menawarkannya kepada WikiLeaks yang ternyata menerima dengan tangan terbuka.

Saat cuti dari tugasnya di Iraq dan tinggal di Washington pada Januari 2010, Manning mengontak Washington Post. Pemuda itu menanyakan apakah media terkemuka AS itu tertarik untuk menerima informasi yang disebutnya akan “sangat penting bagi rakyat Amerika.” Dia berbicara dengan seorang reporter wanita, tetapi kata Manning “wanita itu tidak menanggapi saya serius.”

Menurut Manning, wanita itu mengatakan bahwa korannya hanya tertarik dengan topik-topik pilihan redaktur seniornya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tidak mau lama menanti birokrasi Washington Post, Manning lalu beralih ke New York Times. Pemuda berkacamata itu mengontak redaktur umumnya, tapi justru diterima oleh kotak suara.

Dia kemudian beralih ke media-media lain, namun lagi-lagi hanya diterima oleh kotak suara. Meskipun dia meninggalkan pesan lewat Skype, tidak ada seorang pun pihak media yang mengontaknya balik.

Manning mengaku berpikir untuk menawarkannya ke situs Politico, tapi cuaca yang tidak bersahabat menghalangi maksudnya.

Manning berpendapat, apa yang dibocorkannya ke publik tidak akan membahayakan pemerintah dan negara Amerika Serikat, meskipun hal itu akan membuat malu Washington.

Dia juga merasa punya tanggungjawab moral untuk memberitahu apa yang sebenarnya terjadi dalam perang Amerika di luar negeri. Manning merasa rakyat Amerika harus tahun “ongkos perang yang sebenarnya.”

“Saya merasa kita terlalu banyak membahayakan nyawa orang yang kelihatan tidak mau bekerjasama dengan kita, sehingga mengakibatkan kita frustasi dan menimbulkan kekerasan di kedua belah pihak. Saya mulai merasa tertekan dengan situasi itu, di mana kita dari tahun ke tahun semakin terpuruk.”

“Kita terobsesi untuk menangkap dan membunuhi target manusia yang ada dalam daftar dan mengesampingkan misi dan tujuan sebenarnya. Saya percaya jika masyarakat, khususnya masyarakat Amerika, melihat hal ini maka akan menimbulkan perdebatan dalam militer dan kebijakan luar negeri kita di Iraq dan Afghanistan secara umum. Bisa jadi hal itu akan membuat masyarakat berpikir ulang tentang perlunya kita terlibat dalam kontra terorisme, di mana pada saat yang sama mengabaikan situasi kemanusiaan dari orang-orang yang berhubungan dengan kita sehari-hari,” kata Manning dikutip The Guardian (28/2/2013).

Manning dalam pengkuannya menceritakan bahwa dia terlibat diskusi panjang dengan orang WikiLeaks bernama samaran “Ox” atau “Nathaniel”. Manning menduga “Nathaniel” adalah Julian Assange.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama Besar Bersimpuh di Hadapan Ulama Besar
Tulisan selanjutnya Zionis Pisahkan Orang Palestina dan Israel pada Angkutan Bus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?