Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Liberal Iraq: Pembagian Hak Waris Laki-laki dan Perempuan Harus Ditinjau Ulang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Oktober 2010 12:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekjen aliran Islam liberal di Iraq, Ahmad Qabbanji menyatakan bahwa pembagian waris dalam Islam yang memberikan hak laki-laki dua bagiannya perempuan, masih dapat ditinjau kembali dan berada dalam ranah ijtihad. Alasannya adalah, pandangan tentang perempuan sudah berubah dan berkembang sehingga menjadi sebuah kesetaraan dengan laki-laki di zaman sekarang ini.

Menurutnya lagi, pendapat ini adalah baru, dan tidak ada ulama terdahulu yang memiliki pendapat seperti ini, karena mereka tidak hidup di zaman sekarang. Demikian dilansir Al-Arabiya.net (14/10).

Ia mengatakan, anggapan orang yang mengatakan bahwa Islam adalah agama dan sekaligus sebuah negara, adalah sebuah distorsi yang sangat serius.

Ahmad Qobbanji dilahirkan di kota Najaf, Iraq, pada tahun 1958. Pada tahun 1979 ia pergi ke Iran, dan meneruskan jenjang pendidikannya di sana. Ia kembali lagi ke Irak pada tahun 2008.

Mengenai konsep imam dan khilafah, berdasarkan riwayat sejarah yang ia kaji, ia menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara imamah keagamaan dan imamah duniawi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Qobbanji menganggap dirinya sebagai seorang agamawan yang liberal dan sekuler. Namun setiap kali ia diminta untuk melepaskan sorbannya, ia selalu saja menolaknya. Karena menurutnya, orang yang melakukan itu adalah orang yang ingin memonopoli agama, dan menjadikan Islam sebagai agama palsu.

Ia juga menilai, jika seorang Wilayah el-Faqih yang ada adalam konsep pemerintahan Iran itu dipilih oleh rakyat, maka itu adalah sebuah sistem demokrasi.

Pada akhir bulan Juli lalu, dalam sebuah ceramah yang disampaikan di depan para pujangga dan penulis Iraq, Qobbanji mengatakan bahwa Karl Marx lebih dekat kepada Alllah dari pada Ibnu Sina. Alasannya adalah, karena Karl Marx mengusahakan kesejahteraan orang miskin melalui pemikirannya.

Qobbanji juga mengatakan bahwa sebuah negara itu harus berdasarkan konsep sipil. Menurutnya, jika ada usaha untuk menjadikan agama sebagai konsep pemerintahan, maka itu merupakan penyimpangan konsep.

Di beberapa forum, ia meyakini bahwa sekularisme itu lebih berbahaya dari pada komunisme. Hal ini karena sekuler itu mengakui kebebasan beragama, dan kerena itu jugalah sekularisme mudah menyebar sebab tidak bertentangan dengan Islam. [sdz/aby/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FPI Ancam Usir Produser KK Dheeraj
Tulisan selanjutnya Perbankan Syariah Dinamiskan Sektor Riil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?