Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Diskusi Kecil yang Bikin Gerah Kelompok Islam Liberal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Oktober 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sorotan sinar dari proyektor LCD pas mengenai layar berukuran kira-kira 3 x 3 m. Di layar putih itu jelas terlihat tulisan seputar penyebab munculnya aliran sesat. Puluhan pasang mata fokus mengamati tulisan di depan mereka.

Di samping kanan, di balik meja, seorang pemateri duduk sambil mengoperasikan notebook merah. Tangan kirinya memegang micropone. Lelaki berjenggot tipis dan memakai baju koko putih itu adalah DR. Ahmad Zain An-Najah.

Dia peneliti senior Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS). Sebuah institusi yang bergerak dalam bidang pemikiran dan peradaban Islam yang bertempat di Gedung GIP, Jl. Kalibata Utara II, Jakarta. Siang itu, doktor bidang syariah dari Universitas, Al-Azhar Kairo, Mesir ini memberikan ceramah seputar “Sebab-sebab Munculnya Aliran Sesat”.

Puluhan peserta, ikhwan dan akhwat, terlihat antusias mendengarkan paparan An-najah. Kata doktor dengan predikat summa cumlaude ini, banyak faktor penyebab munculnya aliran sesat di Indonesia. Salah satu faktor adalah minimnya pengetahuan agama Islam, khususnya bahasa Arab. Hal itulah, ujar penulis rubrik “Fiqih Kontemporer” di hidayatullah.com ini yang membuat keliru dalam memahami Islam.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Para peserta yang berasal dari sekitar Jakarta dan dari berbagai latar belakang, terlihat khusuk mendengarkan. Peserta yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat umum, dan juga dosen ini ada yang mengenakan kaos oblong, jaket dan baju koko. Beragam. Berada di sini seperti merasakan suasana kuliah di kampus.

Kendati peserta beragam, tapi, rata-rata, mereka punya niat yang sama, ingin mengetahui seputar pemikiran Islam yang benar. Pasalnya, bagi mereka, sulit mendapat pengetahuan seperti itu di kampus. Apalagi, di kampus justru banyak pemikiran yang boleh dibilang keluar dari koridor Islam dan menjurus liberal.

Seperti diutarakan Ridwan. Peserta yang juga mahasiswa Teknik Informatika semester akhir di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta ini mengaku ingin tahu pemikiran Islam. “Ya, saya ingin tahu ilmu agama yang benar saja. Karena itu, saya ikut acara ini,” ujarnya kepada hidayatullah.com usai acara.

Ridwan sendiri mengikuti diskusi Sabtuan INSISTS ini sejak lama. Awalnya, Ridwan merasa gerah dengan kurikulum yang ada di kampusnya yang dinilainya liberal dan sekuler. Pernah, ujar Ridwan, ketika ujian Metodologi Studi Islam (MSI), dosen memberi hanya satu soal. Soal tersebut berbunyi, “Jelaskan Islam itu tersebar seantero dunia dengan pedang”. Jelas, soal aneh tersebut bagi Ridwan punya maksud tertentu. Pengalaman itu, bukan sekali itu saja dialami Ridwan.

Perkenalan Ridwan dengan INSISTS diawali ketika membaca artikel -yang ditulis para peneliti INSISTS baik di media cetak maupun online. Salah satunya Adian Husaini. “Saya juga biasa baca catatan akhir pekan Adian Husaini di hidayatullah.com” ujarnya. Alhamdulillah. Setelah beberapa kali mengikuti diskusi rutin tersebut, pemahaman tentang Islam Ridwan bertambah dan menjadi lebih terarah.

Diskusi Sabtuan INSISTS ini pertama kali diadakan pada Februari 2007. Menurut pengurus diskusi, Eko Heru Prayitno, tujuan diadakan diskusi tersebut untuk memberikan pemahaman yang benar tentang Islam. Tema yang dikaji dalam diskusi tersebut tidak melulu soal pemikiran, tapi tentang banyak hal. Mulai dari perpajakan, ekonomi hingga kedokteran.

INSISTS sendiri ujar Eko, memiliki stok pemateri yang cukup dan ahli di bidang masing-masing. Tidak saja dari dalam negeri, tapi juga beberapa kali mendatangkan dari luar negeri, misalnya Malaysia.

Ketika pertama kali diadakan, respon positif dari berbagai kalangan cukup tinggi. Para peserta tidak hanya dari sekitar Jakarta, tapi juga dari Solo, Bandung, dan sebagainya. Ada yang dosen, peneliti LIPI, dokter, dan sebagainya. Jumlah mereka fluktuatif. Kadang banyak, kadang sedikit.

Biasanya tergantung tema, pemateri, dan waktu luang para peserta. Kendati begitu, ujar Eko, banyak orang yang minta makalah ataupun file via internet. Karena banyaknya peminat di derah, INSISTS telah melebarkan sayap dengan membuka diskusi serupa di beberapa daerah, seperti Bandung dan Solo.

Apresiasi hingga kini terus mengalir, baik secara langsung maupun via situs INSISTS sendiri. Rata-rata, ujar Eko, mereka mendapat wawasan baru seputar Islam.

Dibilang sok pinter

Tapi, tidak melulu respon positif. Menurut Eko, banyak juga cibiran dan pihak yang kurang suka dengan keberadaan diskusi tersebut. “Sering ada yang bilang, sok paling tahulah. Sok pinterlah,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ketika DR. Zain An-Najah mengkritik Quraish Syihab tentang jilbab dalam materinya, ada orang yang tidak terima. Orang tersebut meminta agar An-Najah tidak ngomong sendiri, melainkan datang langsung ke Quraish Shihab.

Untuk pengumuman jadwal diskusi, Eko hanya memanfaatkan situs jejaring sosial facebook dan situs INSISTS. Tapi, dari situ, banyak orang yang mengcopy dan memasangnya di berbagai situs, blog, dan akun facebook.

Bisa dibilang, para pemateri diskusi ini patut diacungi jempol. Pasalnya, bukan saja karena kedalaman ilmu mereka, tapi juga keikhlasan mereka dalam mengajarkan ilmu. “Jika ada amplop ya dikasih. Jika nggak, ya enggak. Seadanya,” ujar Eko. [Anshor/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nasarudin Umar: Label Teroris Bunuh Karakter Orang
Tulisan selanjutnya Konferensi London Desak Israel Bergabung Perjanjian Non-Proliferasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Berita
5 Juni 2026 18:57
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?