Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Mudah-mudahan, Mbah Maridjan bukan “sujud” untuk Merapi!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Oktober 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Semenjak musibah gunung Merapi terjadi, tak ada nama yang paling disebut-sebut orang selain Mbah Maridjan atau Ki Surakso Hargo.
Juru Kunci Gunung Merapi (Kuncen, red) ini, adalah nama yang paling banyak diberitakan media. Mulai harian, TV, radio sampai media online, semua membicarakannya. Tak terkecuali jejaring social Facebook dan Twitter.
Foto-foto Mbah Maridjan yang dikabarkan ikut menjadi korban meninggal dunia akibat semburan awan panas letusan Gunung Merapi, terpampang di mana-mana.
Tak urung, kabar yang menyebut Mbah Maridjan meninggal dalam posisi “bersujud”  langsung mengundang rasa penasaran publik dunia maya. Foto tentangnya pun langsung beredar luas di internet.
Sebagian ada yang tahu siapa Mbah Maridjan, bahkan simpati dan ikut mendoakan. Namun ada juga yang justru mengangap pemberitaan tentangnya sangat berlebih-lebihan.
“Mbah Maridjan bukan juru kunci itu yang meninggal? Mudah-mudahan amalnya diterima Allah, “ ujar Yusuf (35), seorang manajer keuangan di sebuah perusahaan penerbitan.
Lain lain dengan Mohammad (38). Pria asal Surabaya yang bekerja sebagai manajer pemasaran media kaget melihat pemberitaan Mbah Maridjan yang luar biasa di akun Facebooknya.
“Seharian penuh semua media orang membahas sosok Mbah Maridjan. Sampai-sampai mengalahkan dan mengabaikan musibahnya itu sendiri, “ ujarnya pada hidayatullah.com
Berbeda dengan Ama Farah (32), wanita asal Depok yang sehari-hari bekerja sebagai penulis ini punya catatan tentang sujud nya Mbah Maridjan.
 “Aku bukan ingin berburuk sangka, mudah-mudahan “sujud” nya Mbah Maridjan bukan “sujud” untuk Merapi, “ ujarnya. Sebab ia banyak membaca, keengganan Mbah Maridjan turun gunung diakibatkan kepatuhannya pada titah Sultan HB IX, meski jelas tahu berbahaya.
“Dalam kaidah fikih, ada istilah, ‘Laa dharara wala dhirara”, dilarang seseorang membahayakan diri sendiri, apalagi orang lain. Tanda-tanda musibah yang membahayakan kan sudah jelas, ujar Mariadi (43), seorang guru agama asal Sidoarjo mengomentari keengganan Mbah Maridjan turun gunung.
“Ya sudah takdirnya di situ, ” tambah pria asal Probolinggo ini.
Sebagaimana diketahui, seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Slamet, Rabu (27/10) pagi menemukan sosoknya dalam posisi “sujud” di dalam kamar mandi rumahnya.
Mayat Mbah Maridjan tertimpa reruntuhan tembok dan pohon. Sementara  kondisi  dusun sekitar tempat tinggalnya mengalami kerusakan yang sangat parah, hampir semua rumah dan pepohonan roboh.
Menurut rencana, Mbah Maridjan bersama kerabatnya, Udi Sutrisna dan Narudi akan dimakamkan di Srungen, Telagasari, Cangkringan, Sleman.[cha/hidatullah.com]
foto: tribun

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penguasa Ras Al-Khaimah Meninggal Dunia
Tulisan selanjutnya Walikota Bayt Lahiya Berbela Sungkawa atas Musibah di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September

Terbaru

  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?