Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Akulturasi Budaya Bangkitkan Kekuatan Politik Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Transformasi nilai-nilai Islam akan berlangsung dengan baik dan memadai bila komponen ummat Islam sekaligus melakukan pendekatan dakwahnya melalui akulturasi budaya. Cara ini pernah dilakukan para wali dan pedagang di masa awal sejarah Islam di Indonesia dan berhasil menyebarkan Islam ke seantero Nusantara.
Demikian disampaikan Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Prof. Dr. Achmad Mubarok, ketika menjadi pembicara pada acara “Seminar Psikopolotik” digelar Pimpinan Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta, bertema “Memetakan Arah Politik Umat Islam Indonesia”, di Jakarta, Ahad (31/10) kemarin.
Pendekatan akuturasi budaya, dinilai Mubarok, terbukti manjur dan dapat melahirkan power yang berkesinambungan. 
Dia mencontokan, Andalusia (Spanyol) pernah menjadi negara Islam selama 7 tahun, tapi sekarang negara Islam ini hilang sama sekali dari negeri tersebut. Sedangkan Indonesia meski dijajah bangsa Kristen selama 300 tahun lebih, tapi Islam tetap utuh di Indonesia.
“Kerana Islam ke Spanyol dengan kukuatan politik, sedangkan Islam ke Indonesia dengan pendekatan budaya,” jelas Guru Besar Psikologi Islam UIN Syarif Hidayatullah  ini.
Mubarok mengatakan, politik adalah wilayah budaya dan wilayah kreatifitas. Oleh karenanya, kata dia, Qur’an tidak menentukan bentuk kekusaan politik.
“Kekuasaan politik Islam boleh dalam bentuk kerajaan, kesultananan, republik, atau campuran republik konstitusional,” jelas Mubarok.
Dalam pandangan Mubarok, pergerakan politik Islam di Indonesia, sejak zaman penjajahan upaya-upaya mengusir penjajah oleh kalangan ulama dan organisasi Islam berlangsung sangat massif. Para intelektual Islam berusaha menyusun konsep Negara Islam dalam dokumen Piagam Jakarta, meski kemudian gagal diimplementasikan.
Meski pada pemerintahan Soekarno, melalui Dekrit Presiden 5 Juli, dinyatakan bahwa Piagam Jakarta menjiwai seluruh batang tubuh UUD 45, tapi era kepemimpinan Soeharto lahir gerakan anti Politik Islam dari pemerintah. Aspirasi poliitk Islam sangat ditekan ketika itu.
Demikian pula di era reformasi, politik Islam masih tampias dan tidak menemukan arahnya. Menurut Mubarok, di era ini memang ada upaya menghidupkan kembali politik Islam dengan berbagai jargon tapi masih belum konseptual dalam gerakannya.
“Tapi partai dan ormas Islam gagal mengusung gerakan politik Islam karena tidak punya konsep dan tidak pandai mengorganisir diri,” papar Mubarok.
Namun menurut Mubarok, peluang sosialisasi syariat Islam terbuka saat ini. Sebab kata dia, konstitusi sudah menjamin bahwa Piagam Jakarta menjiwai seluruh batang tubuh UUD 45.  
Sebab itu, kata Mubarok, di Indonesia dimungkinkan ada UU Haji, UU Wakaf, UU Perkawinan Islam, UU Zakat, Bank Syariah, dan apapun yang dibutuhkan. [ain/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya World Vision Fokus Korban Anak-anak Merapi
Tulisan selanjutnya Video Ataturk Lenyap, Turki Buka Youtube

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals

Berita
6 September 2026 14:34
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?