Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Asep Sobari: Dakwah Wali Songo Belum Selesai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Peneliti Sejarah Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Asep Sobari Lc, mengatakan, dakwah Islam yang dilakukan Wali Songo di Indonesia belum final.  Apa yang disampaikan para Wali itu masih butuh penyempurnaan.       
“Jangan anggap apa yang disampaikan Wali Songo sudah final. Bahwa itu sebuah model masyarakat Muslim Indonesia,” ujar pengamat sejarah alumnus Universitas Madinah ini kepada hidayatullah.com di Jakarta.  
Asep mengatakan, mengurai batasan dakwah dan paham yang diajarkan para wali bukan hal mudah. Karena sulitnya mengurai benang itu, ujar Asep, rentan memunculkan berbagai pembenaran oleh kelompok tertentu dan masyarakat yang punya kepentingan.  
“Jangan sampai, apa yang disampaikan Wali Songo itu justru jadi justifikasi teologis jika ada hal yang berbenturan dengan tren masyarakat umum,” jelasnya.
Lebih jelas, Asep menuturkan, proses dakwah tidak boleh final. Dakwah harus terus dilakukan dan berkesinambungan. Tidak ada kepasatian yang mengatakan dakwah final.
Dakwah Wali Songo di Jawa, menurut  Asep, terkait berbagai aspek. Dari sisi budaya, masyarakat Jawa sangat kental dan sulit melepaskan. Terlebih ketika itu, pengaruh agama Hindu masih kuat.
Banyak penganut Hindu yang masuk Islam, tapi dia tidak mau menghilangkan kenyakinan semula yang dianggap menunjang hegemoni mereka.
Hal itu, bisa dilihat dari fenomena sinkretisme masyarakat Islam-Jawa yang masih kental. Anehnya, Asep mengatakan, fenomena itu sengaja diadakan dan dijadikan tradisi.
“Hal itu bisa dilihat dari adanya proses dakwah yang belum selesai. Dakwah tidak bisa dibilang berhenti di terminal atau tahapan tertentu. Seperti yang dilakukan Wali Songo. Masih butuh penyempurnaan,” ujarnya.  
Karena itu, ujar Asep, diperlukan dakwah yang kontiyu dan keberanian untuk menjelaskan yang benar. Jangan sampai, kebatilan dibungkus dengan bahasa atau istilah yang kabur. [ans/hidayatullah.com]  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al Halabi Setuju Pemilu, Salafi Lain Anggap Musibah
Tulisan selanjutnya Google Larang Aplikasi Pengintai SMS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Berita
21 Juli 2026 18:02
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Terbaru

  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?