Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Kuat Tekanan Publik, Raja Yordania Bubarkan Kabinet

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 2 Februari 2011 17:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Raja Yordania Abdullah II, Rabu (2/2), menyerah pada tekanan publik dan membubarkan pemerintahannya. Ia bahkan menugaskan seorang perdana menteri baru untuk mencari lebih banyak peluang ekonomi dan memberikan warga Yordania lebih banyak kebebasan politik.

Kelompok oposisi Yordania yang sejak awal demonstrasi yang terinspirasi oleh kejadian di Mesir dan Tunisia menginginkan pemecatan Perdana Menteri Samir Rifai mengatakan, apa yang dilakukan Raja Abdullah belum cukup.

Rifai yang dituding bertanggung jawab atas kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan makanan serta lambatnya reformasi politik di Yordania mengajukan permohonan pengunduran diri, Selasa (1/2), kepada Raja Abdullah. Abdullah langsung menerimanya.

Abdullah kemudian menujuk Marouf al-Bakhit sebagai pengganti Rifai. Al-Bakhit, pensiunan jenderal yang mendukung pembentukan hubungan diplomatik yang lebih erat antara Yordania dengan Amerika Serikat (AS) serta mengadakan perundingan damai dengan Israel, sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri Yordania 2005-2007.

Abdullah memerintahkan Al-Bakhit untuk mengambil langkah-langkah cepat untuk memastikan terjadi reformasi politik yang mencerminkan visi modernisasi dan pembangunan di Yordania.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, penunjukkan Al-Bakhit mendapatkan perlawanan dari kelompok oposisi Persaudaraan Muslim yang menyebut keputusan Abdullah itu sekadar kosmetik. “Kami menolak perdana menteri yang baru dan akan terus melakukan demonstrasi hingga permintaan kami dipenuhi,” tegas Hamza Mansour, pemimpin Front Aksi Islam, sayap politik Persaudaraan Muslim.

Mansour kembali menekankan desakan untuk dilakukan amandemen konstitusi untuk memangkas wewenang raja yang berhak menunjuk perdana menteri. Menurutnya, perdana menteri seharusnya dijabat oleh pemimpin partai mayoritas di parlemen. Konstitus Yordania memberi wewenang kepada raja untuk memilih perdana menteri, membubarkan parlemen, dan mengeluarkan dekrit.

“Berbeda dengan Mesir, kami tidak menginginkan perubahan rezim di Yordania. Kami mengakui kekuasaan Hashemites di Yordania,” ujar Mansour mengacu pada keluarga kerajaan Yordania. “Namun, kami menginginkan sebuah reformasi politik.” *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Relawan Gelar Pengajian di Daerah “Rawan Aqidah”
Tulisan selanjutnya PBNU Dukung DPR Bahas RUU KUB

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?