Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Myanmar Masih Khawatir, Setelah Kerusuhan di Tiga Kota

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 25 Maret 2013 20:38 8:38 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 25 Maret 2013 20:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kerusuhan anti-Muslim merebak di tiga kota besar Myanmar yang didominasi Buddha selama akhir pekan, menghancurkan masjid dan membakar puluhan rumah, meskipun pemerintah berupaya membendung gelombang kekerasan sektarian terbaru tersebut.

Sebelumnya Presiden Thein Sein telah menyatakan keadaan darurat di pusat Myanmar pada Jumat dan mengerahkan pasukan ke kota terparah, Meikhtila, di mana 32 orang tewas dan 10.000 penduduk sebagian besar Muslim mengungsi. Tetapi walaupun tentara berusaha memulihkan ketertiban di kota itu setelah beberapa hari terjadi aksi anarki, di mana massa Buddha bersenjata membakar rumah-rumah kaum Muslim, kerusuhan telah menyebar ke selatan menuju kota Naypyitaw.

Seorang warga Muslim di Tatkone, sekitar 80 kilometer dari Meikhtila, mengatakan melalui telepon, sekelompok warga sekitar 20 orang merusak satu masjid berdinding bata Minggu malam, melempari dengan batu, dan menhancurkan jendela. Mereka kemudian pergi setelah tentara datang dan melepaskan tembakan.

Berbicara pada kondisi anonimitas karena alasan keamanan, ia meyakini para pelaku tidak berasal dari Tatkone.

Sehari sebelumnya, massa yang lain membakar satu masjid dan 50 rumah di kota terdekat, Yamethin, seperti dilaporkan televisi pemerintah. Masjid lainnya dan beberapa bangunan dihancurkan pada hari yang sama di Lewei, selatan Myanmar. Tidak jelas siapa berada di balik kekerasan, dan dilaporkan tidak ada bentrokan atau korban di tiga kota tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kegelisahan atas situasi yang sama menyebar pada Senin (25/03/2013) di kota terbesar di negara itu, Rangoon, lebih dari 500 kilometer selatan Meikhtila, meskipun ternyata tidak ada kerusuhan terjadi.

Rumor yang beredar, pusat perbelanjaan ramai pengunjung, Yuzana Plaza, akan dibakar. Menyebabkan toko banyak ditutup pemiliknya. Di Mingalartaungnyunt, daerah pinggiran di timur Rangoon, rumor yang bertiup juga menyebabkan toko-toko ditutup dan polisi tiba untuk mengamankan daerah tersebut, meskipun tidak terjadi kekerasan.

Munculnya kerusuhan sektarian ini membayangi pemerintahan Thein Sein yang sedang melakukan perubahan demokrasi, setelah setengah abad dikuasai pemerintahan militer. Pemerintahan militer berakhir dua tahun lalu.

Kekerasan serupa mengguncang bagian barat negara itu, di Rakhine, tahun lalu, antara etnis Buddha Rakhine terhadap etnis Muslim Rohingya, menewaskan ratusan orang dan 100.000 orang terusir dari rumah mereka.

Etnis Rohingya dianggap sebagai migran ilegal dari Bangladesh dan tidak dapat memiliki paspor. Populasi Muslim di pusat Myanmar, sebaliknya, sebagian besar berasal dari India dan tidak menghadapi persoalan terhadap kewarganegaraannya.

Munculnya konflik sektarian di luar Rakhine, merupakan perkembangan tak menyenangkan. Mengindikasikan sentimen anti-Muslim telah meningkat secara nasional sejak tahun lalu, yang jika dibiarkan bisa semakin menyebar.

Muslim mencapai sekitar 4 persen dari sekitar 60 juta penduduk. Selama era pemerintahan militer yang otoriter telah dua kali mengusir ratusan ribu Muslim Rohingya, dengan menyebabkan bentrokan kecil terjadi di berbagai tempat.

Pemerintah mengatakan, pihak berwenang telah menahan setidaknya 35 orang yang diduga terlibat dalam pembakaran dan kekerasan di Meikhtila.

Pada hari Minggu, Vijay Nambiar, penasihat khusus Sekjen PBB untuk Myanmar, mengunjungi Meikhtila, mendatangi pengungsi dan menyerukan pemerintah menghukum mereka yang bertanggung jawab.

Nambiar mengatakan, pihaknya mendorong kedua masyakat saling belajar dan bekerjasama. Para pemimpin agama juga diharapkan mendorong perdamaian.

Muslim di Meikhtila yang sekitar 30 persen dari 100.000 penduduk kota, saat ini mengalami kehancuran. Setidaknya lima masjid dibakar dari Rabu sampai Jumat, berikut rumah dan toko-toko milik Muslim.

Kerusuhan dimulai Rabu, setelah terjadi pertengkaran antara muslim pemilik toko emas dan pelanggannya etnis Buddha. Isu kemudian menyebar yang menyebutkan seorang pria Muslim telah membunuh seorang biksu Buddha. Massa Buddha kemudian mengamuk di lingkungan Muslim dan situasi lantas bergerak cepat di luar kendali.

Warga dan aktivis mengatakan, polisi tampak tidak kuasa menghentikan perusuh atau bereaksi terlalu lambat, mengakibatkan kekerasan meningkat.

Seorang pria Muslim di Meikhtila bernama Aung Thein, yang keluarganya telah melarikan diri, mengatakan, situasi masih tegang di sana.

Warga, seperti dilaporkan laman Time, masih mengancam umat Islam yang berusaha kembali ke rumah mereka yang telah hancur untuk menyelamatkan barang-barang mereka di antara puing-puing.

“Kami hanya ingin kembali ke rumah dan membangun kembali kehidupan kita,” katanya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Minat Herbal Selalu Meningkat Seratus Persen Setiap Tahun
Tulisan selanjutnya Puluhan Koordinator Guru Ngaji Nusantara Mendapat Training MBA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?