Hidayatullah.com–Intelijen Polri dinilai lemah dalam melakukan deteksi dini dan diduga ada kekuatan yang lebih besar yang mengorganisir kekuatan massa pelaku tindak anarkis.
Hal itu dikatakan Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Thamrin Amal Tamagola, Sabtu (12/2), menanggapi peristiwa bentrok di Cikeusik, Pandeglang, Banten.
Ia menilai, selain adanya unsur kelemahan dalam lembaga intelijen Polri, juga terdapat kekuatan yang lebih besar yang mampu mengorganisir aksi-aksi anarkis yang mengatasnamakan agama pada peristiwa Cikeusik, Pandeglang, Banten dan juga Temanggung, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Menurut Thamrin, berdasarkan laporan Komnas HAM dan kesaksian beberapa pihak dalam kasus terakhir di dua tempat tersebut, kerusuhan dan aksi anarkis dilakukan secara terorganisir dan nasional, karena terjadi hampir dalam waktu berdekatan dan kasus-kasus serupa tentang keagamaan.
Thamrin menilai perlunya penguatan intelijen yang maksimal di semua dimensi, yang bertujuan untuk pengamanan, ketertiban dan kesejahteraan masyarakat. *